Baca Juga : Bus Subur Jaya Alami Kecelakaan di Tol Batang, Sopir asal Sulang Rembang Tewas
Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan menyampaikan, saat ini pihaknya mulai mengunjungi kandang-kandang untuk memeriksa kesehatan hewan. Selain itu, kegiatan tersebut juga dimaksudkan mengidentifikasi ternak dengan berat diatas rata-rata.
Apabila ada, pihaknya akan membantu menawarkan kepada pemerintah provinsi maupun pusat. Agar bisa dibeli, kemudian dipakai untuk hewan kurban.
Biasanya yang diminta adalah sapi dengan bobot sekitar satu ton. Beberapa waktu lalu, Agus Iwan mengaku sudah mendapatkan informasi adanya sapi yang beratnya sudah mendekati 900 kilogram.
"Dan ini tahapan kami mencoba menawarkan ke pemerintah provinsi maupun pusat," jelasnya.
Baca Juga : Geger! Karyawan Toko Parfum di Sumberjo Rembang Ditemukan Meninggal Dunia, Ini Penyebabnya
Meski demikan, masih belum ada kepastian terkait pembelian sapi tersebut. Selain itu juga belum terdokumentasikan.
"Ini ada 900 kilogram. Ada lima ekor. Saya suruh mendokumentasikan. Kami bantu tawarkan. Biasanya yang mengambil pemerintah pusat untuk Pak Presiden, atau Pak Wapres, Pak Gubernur," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memeriksa kesehatan hewan secara umum. Seperti yang dilaksanakan di wilayan Kecamatan Kaliori baru-baru ini. Petugas kesehatan hewan dan dokter hewan mengecek kondisi sapi.
Kata Agus, hal ini diharapkan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membeli hewan kurban.
"Kami sebar petugas medis dan pendamping. Jumlahnya 44 orang yang melakukan pemantauan terhadap kesehatan ternak sapi," katanya.
Terkait stok hewan, ia mengklaim tahun ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun lalu.
"Stok populasi hewan ternak sapi dan kambing di Rembang berjumlah sekitar 151 ribu ekor. Ini mengalami kenaikan 2 persen jika dibanding tahun lalu," jelasnya. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim