Padahal dia dikenal sosok yang ramah, pekerja keras, dan aktif kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, akhir-akhir ini yang bersangkutan diketahui kerap murung di rumah.
Baca Juga : Alun-Alun dan Taman Kartini Rembang bakal Direnovasi, Ini Tempat Relokasi Para Pedagang
”Orangnya ramah sama tetangga baik. Sosialnya baik. Kalau ada kegiatan RT ikut. Orangnya memang pendiam, tapi baik dan pintar,” kata ketua RT tempat tinggal NA kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.
Selain baik dan ramah, korban diketahui pekerja keras. Saat hamil juga masih kerja di salah satu pabrik pengolahan kayu. Dengan begitu, keluarga dan tetangga tidak menyangka dengan adanya peristiwa tragis tersebut.
Mengingat sebelum kejadiaan tidak tampak ada masalah pada keluarga korban. Namun, akhir-akhir ini ibu muda itu, sering terlihat murung. Dia juga pernah cerita kepada iparnya mengeluh soal kehidupan saat ini.
NA sendiri, sudah delapan tahunan memiliki rumah sendiri bersama suami dan kedua anaknya. Awalnya ikut mertua.
Informasinya, sebelum membunuh anaknya, pikiran NA memang sedang tergoncang. Sempat juga bertengkar dengan suaminya.
Namun, tidak jelas pemicunya. Usai lahiran anak kedua, dari rumah sakit informasinya NA ingin pulang ke rumah orang tuanya. Padahal dia sudah punya rumah sendiri. Rumahnya dengan rumah orang tuanya juga tak terlalu jauh. Tetangga desa.
Kejiawaan NA dimungkinkan tambah tergoncang setelah ditambah kasus usai membunuh bayinya sendiri. Akhirnya memutuskan gantung diri. (noe/lin) Editor : Abdul Rokhim