Baca Juga : Sadis! Ibu di Rembang Tega Bunuh Bayinya Sendiri yang Masih Berusia Satu Bulan, Begini Kronologinya
"Almarhumah ini orangnya ya baik dan ramah. Sama tetangga dikenal baik. Tak jarang yang bersangkutan juga sering terlibat kegiatan RT di desa," ujar Sulkan, Ketua RT tempat tinggal NA saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus pada Rabu (10/5).
Selain baik dan ramah, korban juga diketahui pekerja keras. Bahkan, ketika hamil anaknya yang kedua diketahui dia tetap bekerja di pabrik kayu.
"Dulu waktu hamil juga masih bekerja mas, almarhumah memang orangnya pekerja keras," ujarnya.
Sulkan menuturkan, keluarga dan tetangga masih tidak menyangka dengan peristiwa tragis tersebut. Mengingat, sebelumnya tidak tampak ada masalah pada keluarga korban.
"Kerabat dan tetanggga masih tak percaya. Ya karena yang bersangkutan kesehariannya terlihat biasa-biasa saja," ujarnya.
Baca Juga : Diduga Bunuh Diri! Ibu Muda di Rembang yang Tega Bunuh Bayinya Sendiri Ditemukan Meninggal, Ini Kronologinya
Sementara terkait tempat pemakaman, semula almarhumah akan dimakamkan di dekat sang bayi. Namun, lantaran dulu pernah berpesan untuk meminta dimakamkan di tempat kelahirannya.
Akhirnya, pihak keluarga pun memutuskan untuk memakamkan almarhumah di kompleks pemakaman tempat tinggalnya.
"Waktu itu kan proses kelahirannya bayinya caesar, sempat berpesan kepada pihak keluarga kalau meninggal minta dimakamkan di kampung asalnya," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang ibu muda berinisial NA warga Kecamatan Rembang tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia satu bulan pada Selasa (9/5). Diduga, hal itu dilakukan karena sang anak yang rewel dan berkebutuhan khusus (difabel).
Baca Juga : Duar!!! Truk Tangki Tabrak Mio di Perempatan Sulang Rembang, Begini Kronologinya
Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus membenarkan kabar tersebut.
Lebih lanjut, kata AKP Heri, berdasarkan pengakuan sang ibu, perbuatan keji tersebut bermula saat sang bayi yang rewel dan tidak mau minum susu. Kesal, sang ibu pun kemudian mencekik bayi tersebut hingga tewas.
Meski demikian, AKP Heri menuturkan, untuk penyebab pasti tewasnya bayi tersebut, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari dokter.
“Kondisi anak memang berkebutuhan khusus (difabel), kata sang ibu, kerena alasan daripada hidup malah kasihan. Ia kemudian gelap mata dan menghabisi nyawa sang anak dengan cara dicekik. Nanti hasilnya seperti apa masih dalam proses autopsi,“ ungkapnya.
Bahkan, yang mengejutkan, setelah melakukan aksinya tersebut. Bak orang depresi sang Ibu kemudian membawa sang bayi dan meminta anggota kepolisian untuk menguburkannya. (*/khim) Editor : Abdul Rokhim