Program ketahanan pangan dan energi terbarukan itu digaungkan KSPPS BMT BUS saat pelaksanaan RAT ke 26. Dalam kegiatan itu hadir langsung Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ahmad Zabadi yang sekaligus memberikan pengarahan dan membuka RAT pada Sabtu (11/3).
Lembaga keuangan yang berpusat di Kecamatan Lasem ini sedang merancang sistem pertanian terintegrasi. BMT BUS sudah konsisten mengawal program ketahanan pangan sejak beberapa tahun lalu. Seperti yang dilaksanakan pada RAT 2021, yang berfokus pada peternakan dan pertanian.
Tak hanya itu, para peternak diberikan pendampingan. BMT BUS bekerjasama dengan produsen pakan ternak, agar pelaku yang mengikuti program ini bisa mendapatkan harga pakan terjangkau. BMT BUS juga mendorong program petik olah agar bisa memproduksi makanan halal. Untuk menunjang ini, di Desa Jolotundo didirikan sentra UKM.
Kini, program ketahanan pangan ini terus dikembangkan. Pada RAT 2022 yang dilaksanakan pada Sabtu (11/3) Ketua Pengurus KSPPS BMT BUS Abdullah Yazid mencanangkan pertanian terintegrasi sebagai program prioritas.
Anggota didampingi untuk mewujudkan pertanian, peternakan, dan tanaman pangan yang saling terhubung. Contohnya dalam produksi sapi. Tidak hanya menghasilkan daging, namun juga berupaya mengolah pupuk kandang untuk menunjang sektor pertanian.
Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melalui program ini juga diharapkan bisa menjaga kestabilan harga.
“Akan bergerak di bidang perdagangan dengan membeli hasil panen dan mengelola. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan pangan,” jelasnya.
Selanjutnya akan ada koperasi konsumen yang bertugas memasarkan produk. Sehingga diharapkan ada pertumbuhan ekonomi anggota yang sebagian besar di pedesaan.
Anggota-anggota KSPPS BMT BUS juga sudah ada yang menorehkan prestasi. Saat RAT, anggota dari berbagai kantor cabang mendapatkan penganugerahan BMT BUS Award. Mereka adalah anggota pembiayaan
terbaik pada 2022.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) RI Teten Masduki memberikan apresiasi atas program ketahanan pangan yang diluncurkan KSPPS BMT BUS. “Harapannya koperasi hadir mendukung usaha anggota di bidang pangan,” ungkapnya. (vah/ali) Editor : Abdul Rokhim