Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Atasi Kejenuhan Kemacetan Pantura Rembang-Pati, Sejumlah Sopir Pilih Mancing, Ini Lokasinya

Abdul Rokhim • Jumat, 3 Maret 2023 | 23:34 WIB
LEPAS STRES: Salah seorang sopir memilih memancing di empang turut Desa Banyudono, Kaliori untuk melepas kejenuhan di  tengah kemacetan parah di Jalan Pantura Rembang-Pati pada Kamis (2/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
LEPAS STRES: Salah seorang sopir memilih memancing di empang turut Desa Banyudono, Kaliori untuk melepas kejenuhan di  tengah kemacetan parah di Jalan Pantura Rembang-Pati pada Kamis (2/3). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Beragam cara dilakukan para sopir untuk melepas kejenuhan di tengah kemacetan parah di Jalan Pantura Rembang-Pati pada Kamis (2/3). Salah satunya adalah dengan memancing ikan di empang turut Desa Banyudono, Kaliori.

Baca Juga : Horor! Macet 24 Jam di Pantura Rembang-Pati: Ikan 7 Ton Nyaris Busuk, Sopir Puasa hingga Tidur di Atas Truk

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Suhartono, sopir trailer asal Cikarang, Jawa Barat. Dirinya mengaku jenuh lantaran sudah berjam-jam terjebak macet, namun tak kunjung juga ada tanda pergerakan kendaraan yang signifikan.

"Ya, karena sudah jenuh. Macet tak kunjung terurai dari Rembang-Kaliori, mending dibuat mancing saja sembari menunggu kemacetan terurai," katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, dirinya baru saja selesai mengirim sabun dan shampo dari Surabaya. Ketika hendak balik ke Cikarang, dirinya mengaku jalanan mulai merayap di wilayah Kecamatan Sluke.

"Mulai tersendat itu Rabu (1/3) pukul 17.00 pas masuk di wilayah Kecamatan Sluke, Puncaknya terjebak macet pas masuk Rembang kota sekira pukul 23.00. Setelah itu tak bergerak sama sekali," katanya.

Setelahnya, ia kemudian memilih untuk menetap bermalam di warung turut Desa  Banyudono, Kaliori, yang berada persis di selatan batas kota.

"Mau bagaimana lagi, solar dan uang bekal habis. Otomatis jatah istri dan anak juga berkurang untuk bertahan di jalan,” katanya.

Bahkan, ia juga memperinci keuangannnya di jalan. Ia mengaku, dari pihak perusahaan memberi uang jalan untuk pulang pergi sekira Rp 6 juta. Itu pun sudah termasuk konsumsi tol dan bahan bakar.

"Kalau lancar bisa bawa sisa Rp 1,3 juta untuk keluarga. Itu selama 5 hari di jalan. Tapi, kalau kondisi kaya sekarang ini ya susah. Belum lagi solar, tol, bongkar muat dan makan," keluhnya.

Meski demikian, ia berharap, kondisi yang ada segera ditangani pihak terkait. Agar arus lalu lintas segera kembali normal.

”Semoga segera lancar lah. Kami ini sopir kan kasihan hidup di jalan. Kalau macet otomatis nambah bekal ditambah lagi belum lagi di telepon istri terus. Pusing,” ujarnya. (noe/khim) Editor : Abdul Rokhim
#kemacetan rembang-pati hari ini #macet pati-rembang #sopir mincing #rembang #pati #kemacetan pantura rembang-pati #macet pati hari ini #macet #macet pantura hari ini #kemacetan rembang-pati #macet rembang