Baca Juga : Horor! Macet 24 Jam di Pantura Rembang-Pati: Ikan 7 Ton Nyaris Busuk, Sopir Puasa hingga Tidur di Atas Truk
Kegiatan tersebut dilakukan oleh Suhartono, sopir trailer asal Cikarang, Jawa Barat. Dirinya mengaku jenuh lantaran sudah berjam-jam terjebak macet, namun tak kunjung juga ada tanda pergerakan kendaraan yang signifikan.
"Ya, karena sudah jenuh. Macet tak kunjung terurai dari Rembang-Kaliori, mending dibuat mancing saja sembari menunggu kemacetan terurai," katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, dirinya baru saja selesai mengirim sabun dan shampo dari Surabaya. Ketika hendak balik ke Cikarang, dirinya mengaku jalanan mulai merayap di wilayah Kecamatan Sluke.
"Mulai tersendat itu Rabu (1/3) pukul 17.00 pas masuk di wilayah Kecamatan Sluke, Puncaknya terjebak macet pas masuk Rembang kota sekira pukul 23.00. Setelah itu tak bergerak sama sekali," katanya.
Setelahnya, ia kemudian memilih untuk menetap bermalam di warung turut Desa Banyudono, Kaliori, yang berada persis di selatan batas kota.
"Mau bagaimana lagi, solar dan uang bekal habis. Otomatis jatah istri dan anak juga berkurang untuk bertahan di jalan,” katanya.
Bahkan, ia juga memperinci keuangannnya di jalan. Ia mengaku, dari pihak perusahaan memberi uang jalan untuk pulang pergi sekira Rp 6 juta. Itu pun sudah termasuk konsumsi tol dan bahan bakar.
"Kalau lancar bisa bawa sisa Rp 1,3 juta untuk keluarga. Itu selama 5 hari di jalan. Tapi, kalau kondisi kaya sekarang ini ya susah. Belum lagi solar, tol, bongkar muat dan makan," keluhnya.
Meski demikian, ia berharap, kondisi yang ada segera ditangani pihak terkait. Agar arus lalu lintas segera kembali normal.
”Semoga segera lancar lah. Kami ini sopir kan kasihan hidup di jalan. Kalau macet otomatis nambah bekal ditambah lagi belum lagi di telepon istri terus. Pusing,” ujarnya. (noe/khim) Editor : Abdul Rokhim