Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pantura Batangan-Rembang Macet Lebih dari 15 Jam, Sejumlah Sopir Rela Puasa untuk Tambah Beli Solar

Abdul Rokhim • Rabu, 1 Maret 2023 | 23:37 WIB
MENGULAR: Kendaraan menumpuk sepanjang jalur pantura Batangan-Rembang sejak Selasa (28/1) malam. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
MENGULAR: Kendaraan menumpuk sepanjang jalur pantura Batangan-Rembang sejak Selasa (28/1) malam. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Kemacetan parah terjadi di Jalur Pantura Batangan-Rembang pada Rabu (1/3). Bahkan, kemacetan tersebut terjadi lebih dari 15 jam. Tak pelak, sejumlah sopir mengaku harus berpuasa untuk menambah pembelian solar yang membengkak.

Baca Juga : Parah! Ekor Kemacetan Pantura Juwana hingga ke Rembang Kota, Begini Kondisinya 

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus di lapangan pukul 12.00 kemacetan nampak mengular dari lampu merah Batangan hingga Desa Tireman-Pasar Banggi atau tepatnya depan gudang Alfamart.

[embed]https://youtu.be/QynUF9324u4[/embed]

Panca, salah seorang sopir truk dari Pasuruan Jawa Timur yang hendak menuju ke Semarang menuturkan, dirinya mengaku sudah berjam-jam terjebak macet. Namun, hingga pagi kemacetan tak kunjung juga terurai.

”Terpaksa tidur di mobil. Perbekalan seadanya, sempat puasa juga. Sebab, banyak pengeluaran untuk beli solar. Harapanya segera lancar. Jalur untuk truk diperbaiki,” keluhnya.

Lebih lanjut, kata Panca, dirinya mulai masuk ke Rembang pada Selasa (28/2) pukul 22.00 namun hingga Rabu (3/1) pukul 11.30 baru sampai di daerah Kelurahan Purworejo, Kaliori. Padahal, jika lancar kendaraan hanya memakan waktu tidak sampai 10 menit.

"Kalau macet kaya gini ya bisa tekor. Uang akomodasi Rp 1,6 juta. Untuk beli solar Rp 900. Kalau tidak macet lumayan bisa ditabung. Ketika macet harus nambah Rp 300 ribu beli bahan bakar," keluhnya.

Kondisi serupa juga dikeluhkan Basuki, salah satu sopir truk yang hendak ke arah Semarang. Meski demikian, dirinya mengaku hanya bisa pasrah. Sebab, tidak ada pilihan lain. Kecuali harus antre.

”Habis isya' kejebak macet. Dari Lamongan ke Banten. Rabu (1/3) pukul 01.00 masuk Rembang sudah macet. Jelas mempengaruhi bahan bakar. Perbelakan sama, tapi waktu perjalanan lebih lama,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Rembang, AKP Dwi Panji Lestari melalui Ipda Christiono melaporkan, pihaknya sudah menemukan kepadatan arus di wilayah pantura Rembang sampai Pati sejak pagi hari.

Pihak Satlantas Polres Rembang pun lalu menerjunkan tim di sejumlah titik sembari berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pati.

”Kami koordinasi dengan Satlantas Polres Pati. Melakukan penarikan arus. Dari penumpukan arus,” katanya.

Selain itu, petugas juga sempat membagikan sedikit sarapan kepada para sopir di kawasan SPBU yang berada di Jalan Gajah Mada, Rembang.

”Sementara kondisi jalan basah. Informasi petugas yang terjun mengurai ada amblas. Kita juga koordinasi penyelenggara proyek segera membetulkan biar bisa digunakan dua arah. Sementara bergantian. Tutup arus. Saat terjadi penumpukan dilakukan penarikan,” katanya. (noe/khim) Editor : Abdul Rokhim
#macet batangan-rembang #rembang #kemacetan pantura rembang-pati #macet rembang hari ini #Batangan #macet #macet pantura hari ini #macet rembang