Baca Juga : Hadapi Pemilu 2024, Sejumlah Parpol di Rembang Ramai-ramai Panaskan Mesin Partai
Dua orang tersebut diketahui merupakan kakak-beradik. Mereka adalah MN (kakak) dan SN (adik). Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.00.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, kejadian bermula ketika MN melakukan pengrusakan balai desa dengan memecah kaca jendela. Sehingga membuat tangannya bercucuran darah.
Setelah itu, pelaku kemudian melabrak ke rumah kepala desa. MN juga memberikan ancaman pembunuhan. Sehingga terjadilah kegaduhan dan memancing perhatian warga.
Atas kejadian tersebut, selanjutnya MN pun dilaporkan ke polisi. Kapolsek Kragan AKP Imam Dian Wijaya pun langsung mengamankan pelaku. "Polsek tidak melakukan penyidikan, polsek langsung mengamankan," ujarnya.
Saat hendak mengamankan, kata AKP Wijaya, pelaku sempat bersembunyi. Namun, jejaknya segera terlacak akibat cucuran darah yang menetes dari tangan. "Lewat ceceran darah diketahui bersembunyi di teras warga," imbuhnya.
Setelah itu, MN pun diamankan. Selang beberapa saat SN, sang adik gantian yang membuat gaduh. Tindakan tersebut diduga karena terpancing akibat kakaknya digelandang polisi.
"Kakaknya (MN), emang terkenal sering rusuh. Pertama kakaknya melakukan aksi, dibawa ke kantor polisi. Kemudian adiknya (ikut membuat gaduh) dan warga melapor lagi," ujarnya.
Disinggung soal motif, hingga Sabtu (18/2) siang masih dalam pemeriksaan. Kedua pelaku sudah diamankan di Polres Rembang.
Meski demikian, ada desas-desus, kejadian itu dilatarbelakangi akibat aliran listrik rumah MN yang menyambung ke Kantor Desa. Sehingga, membuat tagihan membengkak dan Kepala Desa mendapatkan teguran dari PLN. Dari situlah kemudian listrik rumah MN diputus.
"Motifnya baru didalami Polres. Itu kan merusak balai desa, mengancam saya ingin membunuh saya," ujarnya.
Shodiqin mengaku, tidak memiliki masalah pribadi dan belum mengetahui kenapa ia bisa diancam. Disinggung soal pemutusan listrik, pihaknya membenarkan. Bahwa sebelumnya MN memang nunut menyambung listrik.
"Itu dapat teguran dari PLN. Saya sebagai kepala desa baru, kan baru tahu," jelasnya. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim