Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral Video Perkelahian Antar Remaja di Pamotan Rembang, Begini Kronologinya

Kholid Hazmi • Minggu, 23 Oktober 2022 | 19:30 WIB
Photo
Photo
REMBANG - Perkelahian antar dua remaja viral di media sosial. Diduga, aksi duel dua remaja itu terjadi di Kecamatan Pamotan, Rembang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, perkelahian tersebut diduga terjadi di lahan kosong tak jauh dari Balai Desa Pamotan.

Peristiwa diduga bermula ketika korban AF berangkat sekolah sekitar pukul 06.30 bersama ibunya pada Rabu (19/10). Siswa SMP di Sedan itu memakai jaket hitam berlogo salah satu perguruan silat.

Sesampainya di sekolah, AF ditegur rekan-rekannya karena memakai jaket berlogo salah satu perguruan silat. Namun korban saat itu mengaku tak tahu soal logo tersebut. AF mengaku membeli jaket itu dari Shopee.

Jaket tersebut lalu dilepas AF dan dimasukkan ke dalam tas. AF pun tak memakai jaket itu lagi.

Malam harinya sekitar pukul 18.12, korban menerima pesan Whatsapp dari orang tak dikenal. Isi pesan itu menanyakan terkait jaket yang dipakai AF. Orang tersebut lalu mengajak AF bertemu di sekitar Masjid Pamotan pada Kamis (20/10) sekitar pukul 14.00.

Sesampainya di depan Masjid Pamotan, sudah ada sekitar 10 orang yang menunggu korban. Lalu terduga pelaku berinisial AEW menanyai korban perihal keberadaan jaket tersebut.

Korban pun menjawab bahwa jaket tersebut sudah dibakar oleh bapaknya. AF yang datang bersama rekannya juga sudah meminta maaf perihal jaket tersebut.

Namun, AEW justru memaksa korban untuk berkelahi. AF lalu dibonceng dan diapit oleh dua terduga pelaku, yakni AEW dan MKU menuju lahan kosong.

Di lokasi itulah, korban dipukuli oleh terduga pelaku MKU. Oleh MKU, korban dipukul berkali-kali di bagian kepala. Bahkan setelah jatuh, korban masih diinjak oleh pelaku.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut, orang tua korban melaporkannya ke pihak kepolisian.

Kapolsek Pamotan AKP Al Sutikna mengungkapkan, kasus tersebut sudah ditangani oleh Sat Reskrim Polres Rembang. "Langsung diambil alih oleh Polres Rembang karena korban di bawah umur," ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Heri Dwi Utomo menjelaskan, saat ini sudah ada delapan saksi yang dimintai keterangan. "Masih kita dalami," jelasnya. (lid) Editor : Kholid Hazmi
#perkelahian remaja di rembang #tawuran remaja di rembang #tawuran pelajar #tawuran remaja