Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rekanan Tak Penuhi Syarat, Sepuluh Proyek Pembangunan di Rembang Ditender Ulang

Ali Mustofa • Rabu, 24 Agustus 2022 | 23:31 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
REMBANG – Sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Rembang mengalami tender ulang. Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) setidaknya ada 10 rencana pembangunan. Dengan total pagu seluruhnya sekitar Rp 59,7 miliar.

Dari laman LPSE itu, diketahui ada sejumlah proyek yang gagal tender. Di antaranya proyek pelebaran Jalan Sedan-Lodan, pelebaran Jalan Sulang-Banyuurip, dan peningkatan Jalan Jape-Clangapan. Dari LPSE terlihat, pekerjaan-pekerjaan tersebut dibuat sekitar pertengahan Juli lalu.

Peningkatan Jalan Jape-Calangapan misalnya. Proyek dengan pagu sekitar Rp 1,4 miliar ini, sudah diunggah di LPSE untuk tender. Tanggal pembuatannya pada 17 Juli lalu, dengan 37 perserta lelang. Begitupun dengan proyek pelebaran Jalan Sulang-Banyuurip. Pagunya sekitar Rp 3,9 miliar yang diikuti 36 peserta lelang.

Meski demikian, proyek-proyek tersebut dinyatakan gagal tender. Saat Jawa Pos Radar Kudus mengakses laman LPSE kemarin, pekerjaan-pekerjaan seperti pelebaran Jalan Sulang-Banyurip dan Peningkatan Jalan Sedan-Lodan terlihat diadakan tender ulang. Tercantum tanggal pembuatan pada 19 Agustus. Proyek-proyek tersebut, dalam tahapan pengumuman pascakualifikasi.

Demikian juga pada pelebaran Jalan Clangapan-Jape. Juga ditenderkan ulang. Dengan tanggal pembuatan pada 18 Agustus. Tahapannya sama, pengumuman pascakualifikasi.

Selain proyek-proyek itu, juga ada sejumlah pekerjaan lain yang ditender ulang. Seperti  peningkatan Jalan Dadapmulyo Kalipang, peningkatan Jalan Pamotan-Gunem, dan peningkatan Jalan Sarang Bonjor-Lodan Wetan (selengkapnya lihat grafis).

Ada juga proyek tender ulang yang sudah masuk dalam masa sanggah. Seperti pembangunan Pasar Kragan.

Dikonfirmasi terkait adanya sejumlah proyek yang dilakukan tender ulang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Rembang Ganti Arto menyampaikan, hal itu dipengaruhi karena rekanan yang tidak memenuhi syarat.

”Banyak rekanan yang tidak memenuhi syarat. Lebih jelasnya tanya ke kabid BM (Bina Marga),” jelasnya.

Terpisah, hingga berita ini ditulis, kepala Bidang Bina Marga DPUTaru Rembang belum merespons saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Diberitakan sebelumnya, tahun ini Pemkab Rembang berencana membangun sejumlah ruas jalan. Total ada sekitar 22 ruas jalan yang segera diperbaiki dengan dana sekitar Rp 98 miliar. Nantinya, perbaikan tersebut akan dilakukan bertahap.

Saat sambutan acara karnaval dalam rangka HUT Kemerdekaan baru-baru ini, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya akan membangun insfrastruktur jalan maupun memperbaiki lampu penerangan jalan. ”Soal jalan yang belum dibangun nanti tetap dibangun. Soal jalan sing peteng mengko dipadangi (jalan yang gelap nanti akan terang). Jangan kawatir, prosesnya bertahap,” jelasnya. (vah/lin) Editor : Ali Mustofa
#rembang #proyek pembangunan #dputaru rembang #proyek tender ulang