Korban merupakan warga Sendangmulyo, Kecamatan Sarang. Sebelum ditemukan tewas, anak pasangan Solkin dan Radina itu, diketahui pergi dari rumah sejak lima hari lalu. Korban juga diketahui mengalami gangguan jiwa dan penyakit epilepsi
Jenazah warga kali pertama ditemukan sekitar pukul 09.30, kondisinya terapung di tepi embung. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwanti didampingi Kabid Darurat, Logistik dan RR melalui Koordinator Kedaruratan, Bidang Darurat, Logistik dan RR, Bambang Adi Wijanarko ikut langsung proses evakuasi membenarkan musibah itu. Korban tenggelam seorang laki-laki.
”Informasi pergi dari rumah lima hari lalu. Biasanya tidak pulang, dicari ketemu dan pulang sendiri. Kalau saya melihat kondisi mayat, dua-tiga hari lebih. Biasanya melembung. Belum ada warna kulit berubah. Itu sudah hitam, kecoklatan. Orangnya katanya ganteng, bersih,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.
Atas temuan tersebut, jenazah dievakuasi secara bersama-sama TNI-Polri, BPBD, Puskesmas, relawan, masyarakat. Di sana juga ada keamanan waduk Pemali Juwana.
”Petugas embung sempat berusaha evakuasi. Belum berani. Hanya buat pelepah pisang di atas. Menunggu petugas. Bersama-sama turun. Bawa kantong mayat diangkat ke atas,” imbuhnya. (ali) Editor : Ali Mustofa