”Operasional sehari jika bisa 8 jam, itu bisa dapat 20 ton/hari. Dalam peresmian akhir tahun lalu diharapkan untuk dilakukan selama 24 jam. Sekaligus untuk mengecek dan kekuatan mesin. Hanya jumlah bahan baku masih terbatas,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, (Dinlutkan) Kabupaten Rembang, Ir. Moch Sofyan Cholid kepada Jawa Pos Radar Kudus (24/1).
Di luar evaluasi tersebut Cholid melaporkan, Sabtu lalu (22/1) koperasi garam “Sari Makmur” Kecamatan Kaliori menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) di pabrik pemurnian garam. Diikuti pengurus, pengawas dan anggota koperasi sejumlah 133 orang.
RAT dalam pertanggung jawaban ini pengurus Kopgar, Ery menyampaikan laporan pertanggung jawaban tahun buku 2021. Dilanjutkan pengarahan. Didukung oleh pengurus koperasi bagaimana strategi harga garam bisa stabil, sehingga mendatangkan kesejahteraan.
Penyampaian pengurus bahwa tahun tutup buku tahun 2021 ini belum bisa memberikan keuntungan SHU (sisa hasil usaha). Karena perhitungan hasil usaha koperasi ini per 31 Desember 2021 masih minus Rp. 31.717.450, antara pendapatan hanya sebesar Rp. 169.917.000 sedangkan pengeluaran mencapai Rp. 201.634.4540 ,- .
Hal ini karena tahun 2021 pengeluarannya banyak untuk mendukung pembangunan Washing plant yang telah dibangun tahun 2021. Maka diharapkan oleh pengurus dan didukung sepenuhnya oleh Dinlutkan Rembang.
Dalam merencanakan bisnis plan agar tahun 2022, pengurus koperasi ditantang oleh Dinlutkan setempat. Dapat memberikan keuntungan setelah Washing plan beroperasi penuh. Diharapkan harga garam ditingkatkan anggota petambak dibeli koperasi dengan harga flat. Tidak fluktuatif sekarang ini. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim