Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Dinperindagkop UKM) Rembang Mahfudz menyampaikan, secara keseluruhan, anggaran untuk pendampingan UMKM di Rembang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemberdayaan sekitar Rp 800 Juta.
"Termasuk pendampingan di Pemasaran, Proses, packing, dan HAKI (hak kekayaan intelektual)," imbuhnya.
Di antaranya ada program UMKM naik kelas. Yang tahun ini sudah ada kandidat 13 produk yang siap dipasarkan di ritel minimarket ternama. Selain itu, juga telah ada program pematenan hak cipta terhadap motif batik Lasem yang ada di Kabupaten Rembang.
Sementara itu, disinggung terkait even-even UMKM, Mahfudz menyampaikan, saat ini Pemkab Rembang mengikuti pameran Inacraft. Yang merupakan program nasional yang diikuti oleh sejumlah daerah. "Walaupun memang tidak bisa membuka stan leboh. Dua tahun kemarin off kami di Inacraft," katanya.
Rencana Rembang akan menampilkan kerajinan batik dalam even tersebut. Kata Mahfudz even ini memang dikhususkan untuk produk-produk kerajinan. Untuk kegiatan ini Dinindagkop UKM Rembang menganggarkan Rp 30 Juta. Sehingga sementara hanya mampu mengambil stan dengan ukuran 3×2. Rencana dalam even itu akan didatangi buyer internasional.
"Nominalnya hampir 30 Juata-an," katanya.
Kedepan, kegiatan-kegiatan lain seperti pameran rencana akan terjadwalkan pada kegiatan tahun ini. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melaksanakan bazar. Untuk mendorong masyarakat leboh mengenal produk UMKM.
"Di awal tahun sudah ada kegiatan yang mendorong UMKM," katanya. (ali) Editor : Ali Mustofa