Setiap produk pameran disajikan diberikan informasi mengenai tentang produk, teknologi dan cara kerja produk, hingga turunan dari produk itu sendiri. Itu merupakan rangkaian keseharian masyarakat pesisir.
Replika ini sengaja diusung untuk mengenakan kaum muda. Bahwa budaya pesisir harus dilestarikan bersama. Sebagai gambaran dari referensi katalog buku Anco peninggalan nenek moyang dan bisa dilestarikan masyarakat Dasun.
Kepala Desa Dasun Sujarwo menuturkan desanya mendapat penunjukan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. Terkait kemajuan dalam kebudayaan desa.
Pelaksaannya dari tim daya desa yang dapat SK dari kementerian, karang taruna, pendampingnya ketua Dasun Heritage Society (DHS).”Untuk desa bersinergi kita mengemas acara ini bisa ada manfaat. Dari sisi kemajuan ekonomi masyarakat kami,“ ujarnya.
Jarwo menyebutkan jika semua lapisan masyarakat dari digerakkan untuk menuju masa depan. Terutama kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, di usung Festival Bandeng Mrico ”Bandeng Mrico Corona Lungo”. Karena salah satu produk unggulan Desa Dasun.
”Bandeng ruh kami. Yang bisa dan mampu selama ini menghidupi kami. Jadi kita angkat, serta mendorong hajat pemerintah bersama-sama mengawal pandemi,” jelasnya.
Dalam even kemarin ada sajian makan ikan bersama. Dari beberapa kuliner. Disajikan gratis kepada khalayak yang hadir. Ada enam jenis hindangan, mulai Bandeng Mrico. Bandeng garang asem, bandeng bakar, udang dan cumi, serta tak icon urap latoh.
“Mereka yang boleh makan ada syaratnya. Yakni sudah mempunyai surat vaksin. Lalu yang belum disediakan vaksin. Pendampingnya dari Dinkes dan puskesmas,” ujarnya. Editor : Ali Mustofa