Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Teliti Besusul Laut, Balai Arkeologi Temukan Tengkorak Manusia

Ali Mustofa • Selasa, 2 November 2021 | 01:46 WIB
TELITI LOKASI: Tim Balai Arkeologi nelakukan penelitian di area Desa Karangasem, Bulu beberapa waktu lalu (DINBUDPAR REMBANG FOR RADAR KUDUS)
TELITI LOKASI: Tim Balai Arkeologi nelakukan penelitian di area Desa Karangasem, Bulu beberapa waktu lalu (DINBUDPAR REMBANG FOR RADAR KUDUS)
REMBANG - Balai Arkeologi melakukan penelitian besusul laut di kawasan Kecamatan Bulu. Saat turun ke lokasi, ditemukan kerangka tengkorak manusia. Saat ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang meminta agar lokasi tersebut disterilkan, agar tidak dikunjungi warga sementara.

Penelitian itu dilakukan sekitar tiga pekan. Mulai September sampai dengan Oktober. Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinbudpar Rembang Purwono menyampaikan, ukuran kerangka kepala manusia yang ditemukan itu besarnya normal sebagaimana orang pada umumnya.

Namun, hingga kemarin (30/10) pihaknya belum bisa memastikan terkait temuan tersebut. Sebab, saat ini masih menunggu hasil penelitian lebih lanjut dari Balai Arkeologi. "Kami belum diperbolehkan publikasi, karena kami masih menunggu dari Balar," katanya.

Terkait dengan lokasi penelitian, ia berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengamankan lokasi tersebut.

"Sambil menunggu nanti kalau penelitian ilmiahnya sudah clear nanti baru bisa dipublikasikan," jelasnya. Lokasi pastinya, lanjut Purwono, berada di wilayah Desa Karangasem. Kemudian naik ke area perhutani. "Penelitian ke Rembang belan lalu. September sampai 2 Oktober. Tiga pekan. Ada kepala manusia, besarnya normal," imbuhnya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah desa setempat agar mengamankan lokasi penelitian berukuran sekitar 10x5 meter itu. Agar untuk sementara ini tidak dikunjungi oleh warga. "(Model pengamanan) terserah dari pemerintah desa. Aman di sini artinya belum dikunjungi oleh pengunjung. Penelitiannya itu 10x5 meter," katanya.

Meski menemukan kerangka manusia, penelitian itu difokuskan pada penemuan besusul laut. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan di sekitar tempo dulu. "Berarti untuk budaya tingkat kehidupannya gimana kok ada besusul. Hampir semua di situ banyak besusulnya," imbuhnya. (ali) Editor : Ali Mustofa
#balai arkeologi besusul lalut #dinbudpar rembang #rembang #tengkorak manusia