Tes susulan penyintas berlangsung kemarin (15/10), di Universitas Sebelas Maret (UNS). Untuk Rembang statusnya sudah negatif. Namun daerah yang lain ada yang positif. Mereka tetap difasilitas mengikuti ujian susulan SKD. Tentunya tahapannya beda. Termasuk dari sisi prokes. Utamanya registrasi peserta. Jaraknya diatur. Tidak mendekat. Lalu mereka mengerjakan soal CAT di ruangan khusus.
Informasi Jawa Pos Radar Kudus pelaksanaan tes di sebelah timur auditorium. Beda sebelumnya bisa menampung banyak orang. Karena posisi Covid-19 harus extra hati-hati. Mereka dijaga dari BKN dan gugus.
Untuk BKD membantu dalam hal registrasi. Sekaligus penyerahan berita acara. Semua perwakilan datang baik dari Jepara, Rembang, Purwodadi dan Solo. Pelaksaanya sukses tidak sampai dua jam.
”Untuk hasil test seperti biasa bisa dilihat di online. Untuk kelulusanya bareng-bareng menunggu dari BKN,” keterangan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang, Suparmin, kemarin (15/10).
Total yang mengikuti SKD penerimaan CASN Pemkab Rembang 3.282 peserta. Total yang di Solo 3.281 peserta. Ada satu peserta yang memilih lokasi ujian di KBRI Bangkok. Peserta yang tes di luar negeri diketahui bernama Afin Ulul Azmi.
Laki-laki tersebut berasal dari Surabaya yang kebetulan menempuh pendidikan S2 di Thailand. Formasi yang di incar Analis Bangunan Dan Perumahan. Saat ini masih menunggu hasil rapat Senin depan.
”Yang ikut tes di Bangkok belum. Nunggu hasil rapat besok senin. Teknik pelaksaannya tes SKD dari luar Negeri,” katanya.
Lanjut Parmin menyampaikan terkait SKD susulan. Mereka yang ikut susulan dari berbagai daerah. Ada dari Jepara, Grobogan, Solo dan Rembang. Pelaksaannya hanya sesi pertama sampai selesai. “Dimulai pukul 08.00 sampai 09.40. Selanjutnya bagi yang lolos SKD, peserta akan mengikuti tes tahap berikutnya Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Jika mengacu jadwal digelar bulan depan. Namun kemungkinan besar molor, kalau tidak akhir tahun atau awal tahun,” imbuhnya.
Rincian penyesuian kebutuhan PNS Pemkab Rembang jumlahnya ada 412. Untuk formasi penyandang disabilitas ada delapan. Kemudian formasi umum ada 404, tenaga kesehatan dan teknis. Rinciannya untuk penyandang disabilitas, yakni analisis kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan. Ahli pertama Nutrisionis, ahli pertama penyuluh kesehatan masyarakat, nutrisionis terampil, ahli pertama pustakawan, instruktur ahli pertama serta analisis pengaduan masyarakat. Sementara untuk formasi bagian umum, tenaga kesehatan ada 316 dan tenaga teknis 88. (zen) Editor : Ali Mustofa