Doa dan Amalan agar Hati Tenang saat Hati Galau dan Gelisah, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:49 WIB
Ilustrasi perempuan lagi gelisah (freepik)
Ilustrasi perempuan lagi gelisah (freepik)

RADAR KUDUS - Perasaan galau, gelisah, dan tidak tenang terkadang datang tanpa diduga. Pikiran yang dipenuhi kekhawatiran, masalah pekerjaan, persoalan keluarga, hingga urusan pribadi dapat membuat seseorang sulit merasa tenteram dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT ketika menghadapi kesedihan dan kegelisahan. Salah satu caranya adalah dengan berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an, serta menjaga salat.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28 bahwa hati orang-orang yang beriman menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ayat ini mengingatkan bahwa zikir dapat menjadi salah satu jalan untuk mencari ketenangan batin di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Baca Juga: Doa dan Amalan Minta Jodoh dalam Islam, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Bagi seseorang yang hatinya selalu merasa galau, gelisah, dan tidak tenang, ada sejumlah doa dan amalan yang dapat dilakukan untuk memohon ketenteraman, kekuatan, serta kemudahan dalam menghadapi masalah.

Berikut beberapa doa dan amalan dalam Islam yang dapat diamalkan sehari-hari.

1. Doa agar Terhindar dari Kesedihan dan Kegelisahan

Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari kesusahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, serta berbagai beban kehidupan.

Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik RA dan tercantum dalam Sahih Bukhari.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Bacaan Latin:

Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-'ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa dhala'id-daini wa ghalabatir-rijal.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang, serta tekanan orang lain.”

(HR Bukhari)

Doa ini dapat dibaca ketika hati sedang diliputi kesedihan, pikiran terasa berat, atau seseorang merasa kesulitan menghadapi persoalan hidup.

Melalui doa tersebut, seorang Muslim memohon agar Allah memberikan perlindungan dan kekuatan dalam menghadapi beban yang dirasakan. Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah bacaan doa ini dalam hadis tersebut.

Baca Juga: Doa dan Amalan agar Terbebas dari Lilitan Utang, Lengkap dengan Bacaan Arab dan Artinya

2. Doa Nabi Yunus AS saat Menghadapi Kesulitan

Ketika mengalami kegelisahan atau merasa terjebak dalam persoalan yang sulit diselesaikan, umat Islam dapat membaca doa Nabi Yunus AS yang tercantum dalam Al-Qur'an.

Doa ini diucapkan Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan setelah ditelan ikan. Kisahnya mengajarkan pentingnya mengakui kelemahan diri dan memohon pertolongan Allah SWT.

Bacaan Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Bacaan Latin:

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”

(QS Al-Anbiya: 87)

Doa ini bukan hanya mengingatkan manusia untuk memohon pertolongan Allah, tetapi juga mengajarkan kerendahan hati dan kesediaan untuk memperbaiki diri.

Saat pikiran terasa penuh dan hati tidak tenang, seseorang dapat membaca doa ini sembari memohon agar diberi petunjuk, kekuatan, dan jalan keluar dari persoalan yang sedang dihadapi.

3. Doa Memohon Kelapangan Hati

Salah satu doa yang dapat dibaca ketika merasa tertekan atau menghadapi persoalan berat adalah doa Nabi Musa AS dalam Surah Taha ayat 25–28.

Doa ini berisi permohonan agar Allah melapangkan dada dan memudahkan urusan.

Bacaan Arab:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي ۝ وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي ۝ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي ۝ يَفْقَهُوا قَوْلِي

Bacaan Latin:

Rabbi-syrah li shadri, wa yassir li amri, wahlul 'uqdatan min lisani, yafqahu qauli.

Artinya:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.”

(QS Taha: 25–28)

Nabi Musa AS memanjatkan doa tersebut ketika mendapat tugas untuk menghadapi Firaun. Doa ini dapat diamalkan ketika seseorang merasa cemas menghadapi pekerjaan, percakapan penting, tanggung jawab, atau persoalan yang membutuhkan keberanian.

Dengan membaca doa ini, seorang Muslim memohon kelapangan hati dan kemudahan dalam menjalani urusannya.

4. Zikir agar Hati Tenteram

Zikir merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam untuk mengingat Allah SWT. Ketika hati sedang gelisah, seseorang dapat meluangkan waktu untuk berzikir dengan penuh kesadaran dan memahami maknanya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28:

Bacaan Arab:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Bacaan Latin:

Artinya:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS Ar-Ra'd: 28)

Salah satu zikir yang dapat dibaca adalah:

Bacaan Arab:

لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Bacaan Latin:

La ilaha illallah.

Artinya:

“Tidak ada Tuhan selain Allah.”

Selain itu, umat Islam dapat memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, dan istigfar. Zikir dapat dilakukan setelah salat atau pada waktu lain ketika seseorang ingin menenangkan diri dan mendekatkan hati kepada Allah.

Tidak ada keharusan menggunakan jumlah tertentu untuk semua zikir tersebut. Yang terpenting adalah melakukannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan yang diketahui.

5. Membaca Doa Memohon Perlindungan dari Kesedihan

Ketika perasaan galau disertai kekhawatiran berlebihan, umat Islam dapat kembali membaca doa Rasulullah SAW yang memohon perlindungan dari kesusahan dan kesedihan.

Doa ini relevan untuk mengingatkan bahwa manusia dapat mengakui rasa sedihnya sekaligus meminta pertolongan Allah.

Seseorang juga dapat berdoa menggunakan bahasa sendiri, misalnya:

“Ya Allah, tenangkanlah hatiku, lapangkanlah pikiranku, dan kuatkanlah diriku dalam menghadapi setiap persoalan. Jauhkan aku dari kekhawatiran yang berlebihan dan tuntunlah aku menuju jalan yang baik. Berikan aku kesabaran untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk memperbaiki apa yang bisa kuusahakan, serta petunjuk agar setiap langkahku berada dalam rida-Mu.”

Doa tersebut merupakan contoh permohonan pribadi, bukan kutipan hadis tertentu.

Saat berdoa, tidak perlu merasa harus menyusun kalimat yang sempurna. Sampaikanlah apa yang dirasakan dengan jujur, seraya memohon pertolongan dan petunjuk Allah SWT.

6. Menjaga Salat dan Membaca Al-Qur'an

Salat merupakan kewajiban utama umat Islam sekaligus sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menjaga salat lima waktu dapat membantu seseorang mempertahankan rutinitas ibadah di tengah kesibukan dan persoalan kehidupan.

Selain salat wajib, seseorang dapat mengerjakan salat sunah sesuai kemampuan serta memperbanyak doa setelahnya.

Membaca Al-Qur'an juga dapat menjadi amalan untuk merenungkan pesan-pesan Allah, mengingat kebesaran-Nya, dan menemukan penguatan spiritual ketika menghadapi masalah.

Beberapa ayat yang dapat direnungkan antara lain Surah Ar-Ra'd ayat 28 tentang ketenteraman hati, Surah Al-Insyirah tentang kemudahan setelah kesulitan, serta Surah Al-Baqarah ayat 286 tentang beban yang tidak melampaui kesanggupan manusia.

Namun, menjaga ibadah bukan berarti seseorang tidak boleh merasa sedih atau cemas. Perasaan tersebut merupakan bagian dari pengalaman manusia. Ibadah dapat menjadi sumber penguatan, sementara penyelesaian masalah tetap memerlukan ikhtiar sesuai keadaan.

7. Memperbanyak Istigfar dan Memperbaiki Diri

Istigfar adalah amalan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Membiasakan diri beristigfar dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki perilaku.

Bacaan Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Bacaan Latin:

Astaghfirullaha wa atubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.”

Istigfar dapat dibaca setelah salat, ketika beristirahat, atau saat mengingat kesalahan yang ingin diperbaiki.

Namun, kegelisahan tidak selalu muncul karena kesalahan atau kurangnya ibadah. Seseorang bisa merasa cemas akibat tekanan pekerjaan, masalah keluarga, kurang tidur, persoalan kesehatan, atau berbagai keadaan lain.

Karena itu, istigfar sebaiknya dilakukan sebagai ibadah dan sarana memperbaiki diri, bukan sebagai alasan untuk menyalahkan diri sendiri ketika perasaan gelisah belum juga mereda.

8. Menjaga Pola Hidup dan Mencari Dukungan

Selain doa dan ibadah, menjaga kondisi tubuh dan pikiran juga penting ketika seseorang mengalami kegelisahan.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba antara lain:

Berdoa dan mencari bantuan bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya dapat dilakukan bersama sebagai bagian dari ikhtiar untuk menjaga kesejahteraan diri.

Penutup

Doa dan amalan untuk hati yang galau, gelisah, dan tidak tenang dapat menjadi bagian dari ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beberapa bacaan yang dapat diamalkan antara lain doa berlindung dari kesedihan, doa Nabi Yunus AS, doa Nabi Musa AS untuk memohon kelapangan hati, serta zikir dan istigfar.

Di samping itu, menjaga salat, membaca Al-Qur'an, memperbaiki pola hidup, dan berbagi cerita dengan orang tepercaya dapat membantu seseorang menghadapi persoalan dengan lebih terarah.

Tidak semua kegelisahan dapat hilang seketika setelah berdoa. Karena itu, jangan menyalahkan diri sendiri apabila perasaan tidak tenang masih muncul. Teruslah berikhtiar, berikan waktu bagi diri untuk beristirahat, dan carilah pertolongan apabila dibutuhkan.

Semoga Allah SWT melapangkan hati, menenangkan pikiran, menguatkan langkah, serta memberikan jalan keluar terbaik bagi setiap orang yang sedang menghadapi kegelisahan. Amin.

Editor : Mahendra Aditya
doa agar hati tenang doa menghilangkan kegelisahan amalan saat hati gelisah doa penenang hati Arab Latin zikir agar hati tenteram