RADAR KUDUS - Utang yang menumpuk dapat menjadi beban pikiran dan membuat seseorang merasa kesulitan menjalani kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk berikhtiar, mengatur keuangan dengan baik, serta memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kemudahan dalam melunasi utang.
Ada sejumlah doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari lilitan utang, kesedihan, dan kesulitan hidup. Selain berdoa, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak istigfar, menjaga salat, dan berusaha mencari rezeki yang halal.
Berikut beberapa doa dan amalan yang dapat dilakukan oleh orang yang sedang terlilit utang.
1. Doa agar Terbebas dari Lilitan Utang
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon perlindungan kepada Allah dari kesedihan, kelemahan, kemalasan, serta beban utang yang berat.
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dari Anas bin Malik RA.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Bacaan Latin:
Allahumma inni a'udzu bika minal-hammi wal-hazan, wal-'ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa dhala'id-daini wa ghalabatir-rijal.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat pengecut dan kikir, lilitan utang, serta tekanan orang lain.”
(HR Bukhari)
Doa ini dapat dibaca setelah salat, pada pagi atau petang, maupun ketika hati sedang merasa gelisah karena beban utang. Tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah bacaannya dalam hadis tersebut.
2. Doa Memohon Kecukupan Rezeki yang Halal
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar seorang Muslim diberi kecukupan melalui rezeki yang halal sehingga tidak bergantung pada sesuatu yang haram.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Bacaan Latin:
Allahummakfini bihalalika 'an haramika, wa aghnini bifadhlika 'amman siwaka.
Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.”
(HR Tirmidzi)
Doa ini mengandung permohonan agar Allah memberikan kecukupan rezeki yang baik dan berkah. Bagi orang yang sedang memiliki utang, doa tersebut dapat menjadi pengingat untuk terus mencari penghasilan melalui cara yang halal dan menghindari jalan pintas yang merugikan.
3. Doa Memohon Pertolongan Allah dalam Menghadapi Kesulitan
Ketika menghadapi masalah keuangan yang berat, umat Islam dapat membaca doa Nabi Yunus AS. Doa ini tercantum dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Anbiya ayat 87.
Bacaan Arab:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Bacaan Latin:
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazh-zhalimin.
Artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.”
(QS Al-Anbiya: 87)
Doa tersebut dibaca Nabi Yunus AS ketika berada dalam kesulitan. Kisahnya mengajarkan pentingnya mengakui kelemahan diri, memohon ampun, dan berharap kepada pertolongan Allah SWT.
Meski bukan doa khusus untuk melunasi utang, doa Nabi Yunus dapat diamalkan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan dan membutuhkan ketenangan serta kekuatan untuk menjalani ujian hidup.
4. Memperbanyak Istigfar
Istigfar merupakan amalan untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Bacaan istigfar:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Bacaan Latin:
Astaghfirullahal 'azhim.
Artinya:
“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung.”
Dalam Surah Nuh ayat 10–12, Allah SWT menyampaikan seruan Nabi Nuh AS kepada kaumnya agar memohon ampun kepada-Nya. Ayat tersebut menghubungkan istigfar dengan turunnya hujan, bertambahnya harta, serta karunia lainnya.
Karena itu, memperbanyak istigfar dapat menjadi salah satu amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, istigfar bukan jaminan bahwa utang akan langsung lunas. Amalan ini sebaiknya disertai ikhtiar nyata, termasuk memperbaiki pengelolaan keuangan dan memenuhi kewajiban kepada pemberi utang.
5. Menjaga Salat dan Memohon Kemudahan kepada Allah
Salat merupakan kewajiban utama bagi umat Islam sekaligus sarana untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kesulitan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 153:
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Ayat tersebut mengajarkan bahwa kesabaran dan salat merupakan bagian penting dalam menghadapi ujian kehidupan.
Orang yang sedang terlilit utang dapat menjaga salat lima waktu, memperbanyak doa setelah salat, dan meminta kepada Allah agar diberi jalan keluar. Salat sunah juga dapat dikerjakan sesuai kemampuan, tanpa mengabaikan kewajiban utama dan tanggung jawab kepada keluarga.
6. Bersedekah Sesuai Kemampuan dan Tidak Mengabaikan Kewajiban
Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Akan tetapi, bagi orang yang sedang terlilit utang, sedekah hendaknya dilakukan sesuai kemampuan dan tidak sampai mengorbankan kebutuhan pokok keluarga atau kewajiban membayar utang yang sudah jatuh tempo.
Tidak perlu memaksakan diri bersedekah dalam jumlah besar, apalagi dengan mengambil utang baru. Amalan dapat dilakukan dengan memberikan bantuan kecil, menolong orang lain, atau melakukan kebaikan sesuai kemampuan.
Hal yang terpenting adalah menjaga niat, tidak berlebihan, dan tetap bertanggung jawab terhadap kewajiban finansial yang dimiliki.
7. Membuat Rencana Pelunasan Utang dan Berusaha dengan Jujur
Selain berdoa dan beribadah, orang yang terlilit utang perlu mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan kewajibannya.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
-
Mencatat seluruh utang. Tuliskan jumlah pokok, jatuh tempo, cicilan, dan biaya yang harus dibayar agar kondisi keuangan lebih jelas.
-
Menyusun prioritas pembayaran. Dahulukan kewajiban yang mendesak dan kebutuhan pokok keluarga, kemudian susun rencana pembayaran yang realistis.
-
Berkomunikasi dengan pemberi utang. Jika mengalami kesulitan membayar, sampaikan keadaan secara jujur dan upayakan kesepakatan mengenai jadwal pembayaran.
-
Menghindari utang baru yang tidak perlu. Jangan menutup utang lama dengan pinjaman berbiaya tinggi tanpa perhitungan yang matang.
-
Mencari penghasilan tambahan. Usahakan memperoleh pendapatan halal sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.
Dalam Islam, niat untuk melunasi utang merupakan perkara penting. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang mengambil harta orang lain dengan niat mengembalikannya, Allah akan menolongnya dalam melunasinya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar orang yang berutang tetap memiliki niat baik, bersikap jujur, dan bersungguh-sungguh menyelesaikan kewajibannya.
Penutup
Doa dan amalan untuk orang yang terlilit utang dapat menjadi jalan untuk memperkuat keimanan, menenangkan hati, dan memohon pertolongan Allah SWT. Beberapa doa yang dapat dibaca antara lain doa berlindung dari lilitan utang, doa memohon kecukupan rezeki yang halal, serta doa Nabi Yunus AS ketika menghadapi kesulitan.
Di samping itu, memperbanyak istigfar, menjaga salat, dan bersedekah sesuai kemampuan merupakan amalan yang dapat dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, doa dan amalan perlu berjalan beriringan dengan usaha nyata. Dengan niat melunasi utang, pengelolaan keuangan yang lebih baik, komunikasi yang jujur dengan pemberi utang, serta ikhtiar mencari rezeki halal, seseorang dapat menyusun langkah yang lebih terarah untuk keluar dari kesulitan finansial.
Semoga Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, ketenangan hati, dan kemudahan bagi setiap orang yang sedang berusaha melunasi utangnya.
Editor : Mahendra Aditya