Doa Meminta Hujan dalam Islam, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 19:40 WIB
Ilustrasi berdoa (freepik )
Ilustrasi berdoa (freepik )

RADAR KUDUS - Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT yang sangat dibutuhkan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Ketika hujan belum turun dalam waktu lama, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Salah satu bentuk ikhtiar yang dikenal dalam ajaran Islam adalah salat istisqa, yakni salat sunah yang dikerjakan untuk memohon turunnya hujan. Selain melaksanakan salat istisqa, umat Muslim juga dapat memperbanyak istighfar, berdoa, serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Doa meminta hujan dapat dipanjatkan dengan berbagai redaksi yang diajarkan dalam hadis. Salah satu doa yang dikenal ketika meminta hujan adalah:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

Allahumma isqinaa ghaithan mughiitsan, marii'an marii'an, naafi'an ghaira dhaarrin, 'aajilan ghaira aajil.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang memberikan pertolongan, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat dan tidak membahayakan, serta segera dan tidak ditunda.”

Doa tersebut merupakan permohonan agar hujan yang turun benar-benar membawa manfaat. Sebab, hujan bukan hanya dibutuhkan karena airnya, tetapi juga diharapkan membawa kebaikan bagi kehidupan dan tidak menimbulkan mudarat.

Dalam kondisi kekeringan atau ketika masyarakat membutuhkan hujan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar. Memohon ampun kepada Allah menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10-12:

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.”

Selain doa secara pribadi, umat Islam juga mengenal salat istisqa sebagai ibadah yang secara khusus dilakukan untuk memohon hujan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjamaah dan disertai dengan doa serta permohonan ampun kepada Allah SWT.

Secara umum, salat istisqa dilakukan sebanyak dua rakaat. Setelah salat, imam menyampaikan khotbah dan memperbanyak doa memohon turunnya hujan. Pelaksanaan secara berjamaah menjadi salah satu bentuk permohonan bersama kepada Allah SWT.

Ketika hujan akhirnya turun, umat Islam juga dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur sekaligus memohon agar hujan tersebut membawa manfaat.

Salah satu doa ketika hujan turun adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Allahumma shayyiban naafi'an.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

Doa tersebut dapat dibaca ketika hujan turun. Dengan demikian, permohonan kepada Allah tidak hanya dilakukan saat hujan belum datang, tetapi juga ketika hujan telah turun sebagai bentuk harapan agar air yang diberikan menjadi keberkahan.

Memohon hujan dalam Islam pada dasarnya merupakan bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Doa juga menjadi bagian dari ikhtiar batin yang dapat dilakukan bersamaan dengan usaha menjaga lingkungan, menghemat air, serta memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi kering.

Bagi umat Muslim yang ingin mengamalkan doa meminta hujan, bacaan tersebut dapat dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan pengharapan kepada Allah SWT. Selain itu, memperbanyak istighfar dan amal kebaikan juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar ketika masyarakat menghadapi kekeringan.

Yang terpenting, doa tidak hanya menjadi permintaan agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi permohonan agar hujan yang diberikan membawa manfaat bagi manusia, hewan, tanaman, dan lingkungan serta terhindar dari bencana.

Editor : Mahendra Aditya
Salat Istisqa doa meminta hujan doa turun hujan doa istisqa bacaan doa hujan