Jakarta - Kepresidenan Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi resmi memamerkan salah satu harta karun pusaka Islam paling berharga di dunia.
Sebuah manuskrip suci Al-Qur'an kuno yang telah berusia lebih dari 1.000 tahun kini dipajang secara terbuka untuk memperlihatkan keagungan warisan peradaban Muslim.
Melansir laporan dari kantor berita SPA, mushaf kuno nan langka ini merupakan buah karya agung dari kaligrafer legendaris era klasik, Ibn Al-Bawwab.
Lembaran suci ini dikategorikan sebagai salah satu manuskrip Islam paling langka di jagat raya karena memiliki kombinasi nilai ilmiah yang tinggi, estetika seni yang memukau, serta bobot historis yang luar biasa.
Faktor kelangkaannya pun tidak main-main. Hingga saat ini, hanya ada dua salinan autentik dari manuskrip karya Ibn Al-Bawwab ini yang diketahui masih utuh di seluruh dunia.
Keberadaan dokumen ini menjadi cerminan nyata dari tingginya penghormatan umat Islam terhadap kodifikasi kitab suci dari abad ke abad.
Dipajang Lengkap dengan Analisis Kaligrafi dalam Pameran "Iqra"
Otoritas Dua Masjid Suci menghadirkan mahakarya ini di tengah-tengah publik lewat gelaran Pameran "Iqra" yang dilangsungkan di dalam kompleks Masjidil Haram.
Agar para pengunjung dapat memahami maknanya secara mendalam, pihak penyelenggara turut menyertakan indeks ilmiah terperinci serta visualisasi hasil analisis terhadap gaya kaligrafi dan ragam hias ornamen yang terukir di setiap lembarannya.
Dari segi tampilan fisik, kitab suci lintas zaman ini dibalut oleh sampul dalam berkelir hijau tua yang dipercantik dengan sentuhan ornamen mosaik khas geometris Islam.
Secara dimensi, mushaf ini tampak kokoh dan tebal, namun memiliki ukuran bentang yang ringkas dan tidak terlalu besar.
Eksplorasi Sejarah Penulisan Wahyu di Museum Makkah
Rangkaian pameran benda bersejarah ini sejatinya memperpanjang tradisi Arab Saudi dalam mengurasi artefak religi berkelas dunia di Museum Al-Qur'an Makkah.
Sebelum memamerkan karya berusia 10 abad ini, pihak museum juga pernah memukau publik lewat eksibisi manuskrip Al-Qur'an kuno berumur 400 tahun.
Mushaf dari abad ke-11 Hijriah (sekitar abad ke-17 Masehi) tersebut menjadi koleksi premium karena keindahan dekorasi motif bunganya yang sangat presisi, terutama pada halaman pembuka di surah Al-Fatihah, yang menegaskan tingginya evolusi keterampilan para seniman khat masa lampau.
Tidak berhenti di situ, dalam kurun waktu belakangan ini, Museum Al-Qur'an Makkah terus memperluas khazanah edukasinya dengan memajang lini koleksi historis yang melacak hingga ke zaman Rasulullah SAW.
Eksibisi tersebut secara khusus membedah metodologi penulisan ayat-ayat suci Al-Qur'an di media-media awal pada masa awal kenabian, memberikan gambaran komprehensif bagi umat Islam mengenai perjalanan panjang pemeliharaan kitab suci dari masa ke masa.
Editor : Iwan Arfianto