Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Nomor Porsi Haji Bergeser Saat Dicek? Ternyata Ini Penyebabnya

Iwan Arfianto • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:58 WIB
ilustrasi ibadah haji
ilustrasi ibadah haji

 

Jakarta - Sejumlah calon jemaah haji sempat dikejutkan oleh adanya perubahan data estimasi tahun keberangkatan saat melakukan pengecekan nomor porsi secara mandiri.

Pergeseran perkiraan waktu keberangkatan yang terlihat mundur hingga satu tahun tersebut jamak ditemui, terutama ketika fase operasional atau musim haji sedang berjalan di lapangan.

Merespons kekhawatiran tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin), Farosa, memberikan klarifikasi.

Ia memastikan bahwa perubahan angka tersebut sama sekali tidak memengaruhi hak antrean ataupun menggeser posisi riil jemaah dalam daftar tunggu nasional.

"Antrean panjang pada dasarnya adalah dampak logis dari ketidakseimbangan antara volume pendaftar dengan kuota tahunan yang tersedia. Terkait perubahan estimasi keberangkatan saat dicek, hal tersebut murni karena sistem kami sedang melakukan kalkulasi dan penyesuaian data jemaah secara berkala," jelas Farosa melalui unggahan video di akun Instagram resmi Kemenhaj, Rabu (8/7/2026).

Farosa menerangkan, fenomena mundurnya estimasi jadwal ini selaras dengan penjelasan yang sebelumnya pernah dipaparkan oleh Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengenai dinamika koreksi data pada Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).

Ketika operasional pemberangkatan jemaah haji tahun berjalan dimulai, Siskohat secara otomatis memproses dan menyaring data jemaah yang sedang bertolak ke tanah suci.

Nama-nama jemaah yang sudah masuk kloter keberangkatan aktif akan dilepaskan (clearing) dari daftar tunggu interaktif.

Proses pemadanan data massal inilah yang memicu sistem melakukan penghitungan ulang (re-calculating) terhadap sisa pendaftar yang belum berangkat.

Fluktuasi matematis selama pembaruan sistem berjalan inilah yang sering kali terbaca oleh masyarakat sebagai pergeseran tahun.

Sebagai ilustrasi, Farosa menjabarkan jika seorang calon jemaah melakukan pengecekan pada akhir tahun 2025 dan mendapatkan estimasi berangkat di tahun 2028, angka tersebut bisa saja tampak berganti saat musim haji berjalan lantaran formula sistem terfokus memproses jemaah di tahun berjalan.

Namun, begitu seluruh fase operasional haji rampung total, Siskohat akan melakukan kalibrasi akhir untuk menyusun kembali urutan antrean yang definitif dan mutakhir.

"Seluruh jemaah yang telah resmi diberangkatkan akan keluar dari daftar tunggu. Otomatis, rombongan di belakangnya akan naik mengisi pos terdepan. Jika awalnya berada di antrean nomor tiga, otomatis bergeser menjadi nomor dua. Jadi, hak porsi dan kepastian tahun keberangkatan mereka sebenarnya tetap aman," urai Farosa.

Kemenhaj pun mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para calon jemaah haji yang sedang menunggu giliran, untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi negatif jika mendapati indikasi perubahan data tersebut selama musim haji.

"Kami tegaskan kembali, nomor porsi dan legalitas hak antrean jemaah dijamin aman dan tidak mengalami perubahan substantif. Yang terjadi di layar gadget Anda hanyalah proses korektif dan sinkronisasi sistem pasca-operasional haji," pungkas Farosa.

Editor : Iwan Arfianto
#antrean jemaah haji #sistem siskohat #perubahan porsi haji #Kemenhaj #estimasi keberangkatan haji