Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sempat Terkendala Jadwal, Jamaah Haji Gelombang Kedua Akhirnya Pulang ke Tanah Air: Haru Tinggalkan Kota Nabi

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:57 WIB
Ilustrasi ibadah haji
Ilustrasi ibadah haji

MADINAH – Setelah sempat menghadapi kendala teknis dalam proses pemberangkatan, jamaah haji Indonesia gelombang kedua akhirnya memulai fase kepulangan ke Tanah Air. Suasana haru menyelimuti hotel-hotel tempat jamaah menginap di Madinah ketika rombongan pertama meninggalkan Kota Nabi, kota yang selama sembilan hari terakhir menjadi tempat mereka memperbanyak ibadah dan ziarah.

Kelompok terbang (kloter) KJT 21 Embarkasi Kertajati yang berjumlah 444 jamaah menjadi rombongan perdana gelombang kedua yang dipulangkan ke Indonesia. Mereka diberangkatkan dari Madinah menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz pada Senin (15/6/2026) malam waktu Arab Saudi.

Para jamaah dijadwalkan terbang menuju Indonesia menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV5185 pada Selasa (16/6/2026) pukul 00.20 waktu setempat.

Momentum ini menandai dimulainya fase akhir penyelenggaraan ibadah haji Indonesia musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Haru di Pintu Hotel: Petugas dan Jamaah Saling Mendoakan

Lambaian tangan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah mengiringi keberangkatan para jamaah menuju bandara. Tak sedikit petugas yang tampak emosional melepas jamaah yang selama beberapa hari terakhir mereka dampingi.

Kepala Seksi Media Center Haji Madinah, Ranita Erlanti Harahap, turut hadir dalam prosesi pelepasan tersebut.

"Kami mendoakan semoga seluruh jamaah menjadi haji mabrur, selamat sampai tujuan, dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga tercinta di Tanah Air," ujarnya.

Bagi petugas, momen pelepasan bukan sekadar tugas administratif. Ada ikatan emosional yang terbangun selama mendampingi jamaah menjalani aktivitas ibadah di Madinah.

Sempat Terkendala karena Jadwal Berimpitan

Meski proses kepulangan berjalan lancar, PPIH mengakui sempat terjadi kendala teknis terkait padatnya lalu lintas penerbangan di Bandara Madinah.

Kepala Sektor 1 Madinah, Ramlan Sudarto, menjelaskan jadwal keberangkatan jamaah Indonesia sempat berimpitan dengan rombongan haji dari negara lain.

"Ada kendala teknis karena jadwal berimpitan dengan jamaah dari India dan Pakistan. Namun secara keseluruhan proses pendorongan jamaah dari penginapan berjalan lancar," katanya.

Menurut Ramlan, antisipasi yang dilakukan jauh hari sebelumnya membuat kendala tersebut tidak berdampak signifikan terhadap jadwal penerbangan jamaah Indonesia.

Persiapan Dilakukan Dua Hari Sebelum Pulang

PPIH telah menyiapkan proses pemulangan secara bertahap dan terstruktur.

Koper bagasi jamaah telah ditimbang sejak dua hari sebelum keberangkatan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses administrasi di bandara sekaligus meminimalkan keterlambatan.

Sebanyak sembilan unit bus disiapkan untuk mengangkut 444 jamaah dari hotel menuju bandara dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Petugas juga membantu membawa koper kabin jamaah hingga ke dalam bus, sehingga para jamaah, terutama lanjut usia, tidak mengalami kesulitan.

"Kita yang harus menunggu pesawat, bukan pesawat yang menunggu kita," ujar Ramlan mengingatkan pentingnya disiplin waktu.

Sedih Tinggalkan Madinah, Rindu Pulang ke Rumah

Di balik kebahagiaan akan segera bertemu keluarga, banyak jamaah mengaku sedih harus meninggalkan Madinah.

Kota Nabi memiliki tempat istimewa di hati umat Islam karena menjadi lokasi berdirinya Masjid Nabawi dan makam Rasulullah SAW.

"Hari ini kami menjalankan salat dan beribadah untuk terakhir kalinya di sini. Sedih rasanya harus meninggalkan Masjid Nabawi," kata Ahmad Faisal (49), jamaah asal Indramayu dari Kloter KJT 21.

Meski demikian, kerinduan terhadap keluarga di Indonesia menjadi penghibur.

"Sudah kangen dengan keluarga dan saudara di rumah. Semoga kami bisa berkumpul kembali dalam keadaan sehat," tuturnya.

Sebelum meninggalkan Madinah, Ahmad bersama rombongan juga menyempatkan diri berpamitan dengan berziarah ke Makam Baqi.

"Semoga kami dan keluarga suatu saat dipanggil kembali menjadi tamu Allah di Tanah Suci," ucapnya.

Oleh-Oleh Hingga Boneka Unta Jumbo

Momen kepulangan jamaah juga diwarnai pemandangan menarik. Beberapa jamaah membawa beragam oleh-oleh khas Arab Saudi untuk keluarga di rumah.

Salah satunya adalah Sarida (60), jamaah asal Indramayu, yang terlihat membawa tiga boneka unta berukuran jumbo yang diikat dan dikalungkan di tubuhnya.

Boneka tersebut, menurutnya, merupakan titipan kasih sayang untuk cucu-cucunya di kampung halaman.

Pemandangan sederhana itu menjadi simbol kerinduan para jamaah terhadap keluarga yang telah lama menanti kepulangan mereka.

Apresiasi terhadap Layanan Haji

Sejumlah jamaah juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan petugas selama pelaksanaan ibadah haji.

Menurut Ahmad Faisal, pelayanan konsumsi maupun pendampingan petugas berjalan baik selama sekitar 40 hari menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Makanannya enak, rasanya seperti di Indonesia. Petugas juga sangat responsif membantu jamaah, termasuk ketika kami membutuhkan bantuan menuju hotel," katanya.

Pemulangan Berlangsung hingga Awal Juli

Pemulangan jamaah haji gelombang kedua dijadwalkan berlangsung mulai 16 hingga 30 Juni 2026, sementara kedatangan terakhir jamaah haji Indonesia di Tanah Air diperkirakan berlangsung pada 1 Juli 2026.

Sebelumnya, proses pemulangan jamaah gelombang pertama melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, telah berlangsung sejak 1–15 Juni 2026.

Dengan dimulainya pemulangan gelombang kedua dari Madinah, penyelenggaraan ibadah haji Indonesia memasuki tahap akhir. Di balik wajah lelah setelah lebih dari sebulan beribadah, para jamaah membawa pulang pengalaman spiritual yang tak ternilai, doa-doa yang dipanjatkan di Tanah Suci, serta harapan untuk menjadi haji yang mabrur dan pribadi yang lebih baik sepulang ke Indonesia.

Editor : Mahendra Aditya
#pemulangan haji 2026 #kepulangan jamaah haji #jamaah haji gelombang kedua #Madinah ke Indonesia #kloter KJT 21