RADAR KUDUS - Bulan Muharram segera datang. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah ini bukan hanya penanda bertambahnya angka tahun, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan mulia atau asyhurul hurum yang dimuliakan dalam Islam. Keutamaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an maupun hadis Nabi Muhammad SAW. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh serta menjauhi perbuatan dosa selama Muharram.
Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Hadis tersebut menunjukkan besarnya keistimewaan bulan pertama dalam kalender Hijriah ini.
Berikut lima amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Muharram:
1. Berpuasa Sunnah, Terutama pada Hari Asyura
Amalan paling dianjurkan di bulan Muharram adalah berpuasa sunnah. Puncaknya adalah puasa Asyura yang dilaksanakan pada 10 Muharram.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebut puasa Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.
Ulama juga menganjurkan puasa Tasu'a pada 9 Muharram untuk membedakan tradisi umat Islam dengan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyura.
2. Memperbanyak Sedekah
Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial. Sedekah tidak selalu berupa uang dalam jumlah besar. Membantu sesama, berbagi makanan, hingga memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan juga termasuk bentuk sedekah.
Amalan ini dapat menjadi sarana membersihkan harta sekaligus menumbuhkan rasa empati.
3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Tahun baru Islam identik dengan semangat hijrah, yakni berpindah dari kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, memperbanyak istighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Muharram bisa menjadi titik awal untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan.
4. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an dan Zikir
Mengisi waktu dengan membaca Al-Qur'an serta berzikir merupakan amalan yang membawa ketenangan hati.
Selain menambah pahala, kebiasaan ini dapat memperkuat keimanan dan menjadi pengingat agar seseorang tetap berada di jalan yang diridai Allah SWT.
Menetapkan target tilawah harian di awal tahun Hijriah dapat menjadi langkah sederhana untuk membangun kebiasaan baik sepanjang tahun.
5. Menyambung Silaturahmi dan Berbuat Baik kepada Sesama
Muharram juga menjadi momentum memperbaiki hubungan dengan keluarga, kerabat, maupun sahabat. Meminta maaf, menyelesaikan perselisihan, serta mempererat silaturahmi termasuk amalan yang bernilai ibadah.
Tidak sedikit ulama yang mengingatkan bahwa kualitas hubungan antarmanusia menjadi bagian penting dalam kesempurnaan ibadah seorang Muslim.
Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Datangnya Tahun Baru Islam seharusnya tidak berlalu begitu saja tanpa makna. Muharram mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memulai kembali, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi juga perubahan sikap, kebiasaan, dan cara pandang menuju kehidupan yang lebih baik.
Memanfaatkan bulan Muharram dengan amalan-amalan yang dianjurkan dapat menjadi bekal untuk mengawali tahun Hijriah dengan penuh keberkahan dan harapan baru.
Editor : Mahendra Aditya