RADAR KUDUS - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, meminta jemaah haji Indonesia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan tawaf ifadlah sesaat setelah kembali dari Mina apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan.
Imbauan tersebut disampaikan karena tingginya kepadatan jemaah pada fase puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Menurut Irfan, keselamatan dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas utama selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Ia menegaskan bahwa tawaf ifadlah tetap dapat dilakukan selama situasi perjalanan menuju Masjidil Haram aman dan terkendali.
Pemerintah juga meminta jemaah yang ingin melaksanakan tawaf ifadlah lebih awal agar tetap berkoordinasi dengan ketua regu maupun petugas haji.
Langkah ini dilakukan untuk mempermudah pemantauan dan menghindari jemaah terpisah dari rombongan di tengah padatnya aktivitas di Makkah dan Mina.
Selain itu, Menhaj kembali mengingatkan jemaah agar mengikuti seluruh arahan petugas selama berada di Mina. Pengaturan pergerakan jemaah dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kepadatan dan menjaga kenyamanan ibadah.
Cuaca ekstrem di kawasan Mina juga menjadi perhatian serius. Suhu siang hari yang sangat panas membuat jemaah diminta menghindari aktivitas lontar jumrah pada pukul 09.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi.
Pemerintah bersama petugas haji telah mengatur jadwal lontar jumrah pada waktu yang lebih aman guna meminimalkan risiko kelelahan dan gangguan kesehatan.
Sejumlah skema alternatif pergerakan jemaah juga terus disiapkan pemerintah Arab Saudi dan petugas haji Indonesia untuk mengantisipasi kemacetan arus manusia selama fase Mina berlangsung.
Evaluasi pelaksanaan haji tahun ini pun akan menjadi bahan perbaikan untuk musim haji mendatang.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah Indonesia ke Tanah Air mulai dipersiapkan.
Gelombang pertama pemulangan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni 2026 melalui Bandara Jeddah, sementara gelombang kedua akan dipulangkan melalui Madinah hingga akhir Juni 2026.
Berdasarkan data penyelenggara haji, jutaan umat Muslim dari berbagai negara kini tengah menjalani rangkaian ibadah lempar jumrah di Mina.
Ritual tersebut menjadi salah satu rukun wajib haji yang dilakukan dengan melempar tujuh batu kerikil ke tiga jamarat sebagai simbol melawan godaan setan, meneladani Nabi Ibrahim AS.
Pemerintah berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan tetap menjaga kondisi fisik hingga seluruh rangkaian haji selesai dilaksanakan.
Editor : Mahendra Aditya