RADAR KUDUS - Puncak ibadah haji di kawasan Armuzna memasuki fase paling berat saat jutaan jemaah mulai menjalani mabit di Mina dan prosesi lempar jumrah di Jamarat. Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah, para jemaah kini menghadapi ujian fisik yang jauh lebih menguras tenaga.
Mobilitas tinggi dan jarak tempuh panjang menjadi tantangan utama dalam fase ini. Jemaah harus berjalan kaki bolak-balik dari tenda di Mina menuju Jamarat dengan total perjalanan mencapai sekitar tujuh kilometer. Kondisi semakin berat karena kepadatan arus manusia di sepanjang jalur menuju lokasi lempar jumrah, termasuk saat melewati dua terowongan utama Mina.
Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menyebut fase mabit di Mina sebagai titik paling krusial dalam rangkaian Armuzna. Menurutnya, banyak jemaah mulai mengalami penurunan kondisi fisik akibat aktivitas yang padat dan cuaca panas ekstrem.
Ia mengungkapkan bahwa petugas menemukan banyak jemaah mengalami kelelahan berat, dehidrasi, hingga pingsan saat pelaksanaan jumrah aqabah pada 10 Dzulhijjah. Kondisi tersebut paling banyak dialami jemaah lanjut usia yang kesulitan menjaga stamina selama perjalanan panjang menuju Jamarat.
Selain faktor fisik, kepadatan kawasan Mina juga memicu banyak jemaah tersesat dan kesulitan menemukan jalan kembali menuju tenda. Situasi ini membuat petugas haji harus bekerja ekstra untuk membantu proses evakuasi, pendampingan, hingga penanganan medis ringan bagi jemaah yang kelelahan.
Sebagai langkah antisipasi, PPIH Arab Saudi menyiapkan sejumlah posko transit di sekitar area Jamarat untuk menampung jemaah yang membutuhkan istirahat setelah lempar jumrah. Kantor Daker Makkah yang berada dekat lokasi juga difungsikan sebagai tempat pemulihan sementara, khususnya bagi jemaah program tanazul yang langsung kembali ke hotel usai melontar jumrah.
Petugas turut disebar di sejumlah titik strategis mulai dari jalur Mina menuju Jamarat, area terowongan, hingga lantai-lantai Jamarat untuk membantu pengaturan arus dan memastikan keselamatan jemaah.
PPIH kembali mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri, terutama pada jam-jam dengan suhu tertinggi. Jemaah lansia dan berisiko tinggi diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak konsumsi air, serta beristirahat cukup agar dapat menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan aman.
Editor : Mahendra Aditya