RADAR KUDUS – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Garut saat ratusan calon jemaah haji dilepas menuju Tanah Suci. Sebanyak 174 jemaah yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 22 KJT resmi diberangkatkan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Keberangkatan tahun ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Garut. Untuk pertama kalinya, para jemaah haji asal daerah tersebut akan terbang menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Garut Catat Sejarah Baru Pemberangkatan Haji
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyebut penggunaan BIJB Kertajati sebagai titik keberangkatan haji menjadi tonggak penting dalam peningkatan pelayanan ibadah haji di wilayah Garut.
Sebelum bertolak ke Arab Saudi, seluruh jemaah bersama petugas pendamping terlebih dahulu diberangkatkan menuju Asrama Haji Lohbener di Kabupaten Indramayu untuk transit dan persiapan akhir.
“Keberangkatan haji tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dilakukan melalui Bandara Kertajati. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan ikhlas dan kembali dalam keadaan sehat,” ujar Syakur Amin saat prosesi pelepasan.
Kloter 22 KJT Gabungan Tiga Daerah
Pada musim haji 2026, jemaah asal Garut tidak berangkat sendiri dalam satu penerbangan penuh. Mereka tergabung bersama jemaah dari Bandung dan Cimahi dalam Kloter 22 KJT.
Skema gabungan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas penerbangan melalui BIJB Kertajati.
Berikut rincian keberangkatan Kloter 22 KJT:
- Titik keberangkatan awal: Pendopo Garut
- Lokasi transit: Asrama Haji Lohbener, Indramayu
- Bandara keberangkatan: Bandar Udara Internasional Jawa Barat Kertajati
- Kloter gabungan: Garut, Bandung, dan Cimahi
Jemaah Termuda Berusia 17 Tahun, Tertua 93 Tahun
Kepala Kemenhaj Garut, Indra Azwar Mawardi, mengungkapkan bahwa usia jemaah dalam rombongan tersebut cukup beragam.
Jemaah termuda tercatat berusia 17 tahun, sedangkan yang tertua mencapai usia 93 tahun. Karena itu, petugas kloter diminta memberikan pendampingan maksimal selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Meski ada beberapa calon jemaah yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan, mayoritas jemaah dinyatakan siap berangkat menjalankan ibadah haji tahun ini.
Pesan Penting untuk Jemaah Haji
Pemerintah Kabupaten Garut juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Arab Saudi, terutama karena cuaca di Makkah dan Madinah jauh lebih panas dibanding Indonesia.
Bupati Syakur Amin meminta seluruh jemaah memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas pendamping selama perjalanan ibadah.
Selain itu, Pemkab Garut memastikan dukungan fasilitas transportasi dan akomodasi telah dipersiapkan demi kelancaran proses pemberangkatan.
Imbauan untuk Jemaah Selama Perjalanan
Agar perjalanan ibadah berjalan lancar, jemaah diminta memperhatikan beberapa hal berikut:
- Membawa obat-obatan pribadi dan perlengkapan kesehatan
- Menyimpan paspor serta identitas jemaah dengan aman
- Mencatat nomor kontak petugas kloter
- Mengikuti jadwal keberangkatan dan aturan di asrama haji
- Menjaga komunikasi serta saling membantu antarjemaah
Dengan penggunaan BIJB Kertajati sebagai jalur keberangkatan baru, pemerintah berharap pelayanan haji di Jawa Barat semakin efektif dan memudahkan mobilitas jemaah dari berbagai daerah.
Editor : Mahendra Aditya