Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sering Gelisah dan Susah Tidur? Ini Amalan yang Disarankan

Ali Mustofa • Rabu, 29 April 2026 | 09:28 WIB
Ilustrasi khusyuk berzikir (gemini ai)
Ilustrasi khusyuk berzikir (gemini ai)

RADAR KUDUS – Di tengah kesibukan dan tekanan hidup, manusia sering diliputi kegelisahan, kemarahan, dan kekecewaan.

Perasaan-perasaan ini datang silih berganti, menggerus ketenangan hati.

Karena itu, salah satu amalan yang dianjurkan untuk menjaga keseimbangan jiwa adalah memperbanyak zikir kepada Allah secara terus-menerus.

Saat pikiran kusut, hati sedih, atau emosi memuncak, zikir menjadi jalan pulang menuju ketenangan.

Menyebut kalimat-kalimat seperti Subhanallah, Astaghfirullah, dan Alhamdulillah bukan sekadar ucapan, tetapi sarana mengalihkan pikiran dari gelombang negatif menuju ketenteraman batin.

Allah menegaskan dalam Al-Qur'an: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menegaskan bahwa zikir adalah penawar kegelisahan. Dengan fokus menyebut nama Allah, emosi negatif perlahan mereda, digantikan rasa damai yang menenangkan.

Mengawal Jiwa dari Ledakan Emosi

Sebagian orang meremehkan zikir karena merasa hanya dilakukan di lisan, sementara hati masih melayang ke mana-mana.

Padahal, zikir lisan tetap memiliki nilai besar. Ia adalah pintu awal yang membuka jalan agar hati ikut tergerak.

Tidak perlu menunggu hati sepenuhnya khusyuk untuk memulai. Biasakan lisan berzikir, dan perlahan getarannya akan turun ke dalam hati.

Kemarahan sering datang tanpa diundang. Jika tidak dikendalikan, ia bisa merusak diri sendiri.

Karena itu, kita perlu belajar mengawal jiwa agar tidak hanyut dalam emosi negatif.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah membaca Al-Qur'an ketika hati gelisah.

Ayat-ayat suci menjadi penyejuk yang mampu meredam gejolak batin.

Tahapan Bijak Mengendalikan Amarah

Dalam ajaran Islam, pengendalian emosi tidak dibiarkan tanpa panduan.

Ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang bisa dilakukan ketika amarah mulai memuncak:

Pertama, mengubah posisi tubuh. Jika kemarahan muncul saat berdiri, cobalah segera duduk agar ketegangan fisik berkurang.

Kedua, mengambil wudhu. Sentuhan air dipercaya mampu menurunkan panasnya emosi yang sedang memuncak.

Ketiga, mendirikan shalat dua rakaat. Ibadah ini membantu menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Keempat, membersihkan diri dan membaca Al-Qur’an.

Mandi sekaligus membaca ayat suci menjadi cara menenangkan tubuh dan pikiran. 

Kelima, memperbanyak zikir dan doa. Memohon ketenangan kepada Allah agar hati kembali damai.

Rangkaian langkah ini menunjukkan bahwa meredakan amarah adalah proses yang perlu diusahakan secara sadar dan bertahap.

Memilih Hidup Damai

Amarah yang berlebihan tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga berdampak pada kesehatan.

Emosi negatif yang terus dipelihara membuat tubuh cepat lelah dan mempercepat proses penuaan.

Karena itu, menjaga ketenangan bukan hanya kebutuhan spiritual, tetapi juga kebutuhan fisik.

Setiap orang memiliki pilihan: tenggelam dalam emosi negatif atau bangkit mencari ketenangan.

Zikir adalah jalan sederhana namun kuat untuk menjaga kedamaian hati.

Ketika hati mulai gelisah, segeralah kembali mengingat Allah. Sebab ketenangan sejati hanya hadir saat hati dekat dengan-Nya. (top)

Editor : Ali Mustofa
#doa #gelisah #emosi #zikir #allah