RADAR KUDUS – Di tengah kesibukan hidup, banyak umat Islam menjadikan shalawat sebagai amalan harian untuk menenangkan hati sekaligus memohon pertolongan Allah SWT.
Salah satu yang dikenal luas adalah Shalawat Nariyah.
Amalan ini diyakini memiliki keutamaan besar, terutama bagi mereka yang membacanya secara istiqamah dan penuh keyakinan.
Shalawat Nariyah telah lama diamalkan para ulama dan kaum saleh sebagai doa yang memohon kemudahan hidup, kelapangan rezeki, serta perlindungan dari berbagai kesulitan.
Amalan Harian Pembuka Kemudahan
Disebutkan, siapa saja yang membaca Shalawat Nariyah setiap hari minimal 41 kali, insya Allah akan merasakan banyak kebaikan.
Di antaranya kesusahan dipermudah, rezeki dilapangkan, hati menjadi bersih dan terang, serta derajat diangkat oleh Allah SWT.
Selain itu, amalan ini diyakini menjadi sebab datangnya petunjuk menuju kebaikan.
Serta perlindungan dari musibah dan perbuatan jahat, hingga keselamatan dari kemiskinan di dunia maupun akhirat.
Bahkan disebutkan, orang yang istiqamah membaca shalawat ini akan dicintai oleh banyak orang serta diberi rezeki dari arah yang tidak disangka.
Diamalkan Setelah Salat Fardu
Imam Addainuri menuturkan, siapa saja yang konsisten membaca Shalawat Nariyah setelah salat lima waktu sebanyak 11 kali, maka Allah tidak akan memutus rezekinya.
Bahkan, ia akan dianugerahi kelapangan harta dan kedudukan yang baik.
Amalan ini juga dianjurkan dibaca setiap selesai salat.
Yaitu untuk memohon kelancaran rezeki serta nama baik dalam pergaulan.
Sedangkan membaca 41 kali setiap selesai salat Subuh dipercaya dapat membantu tercapainya hasil terbaik dalam setiap usaha yang dijalani.
Dibaca Seratus Kali untuk Menghilangkan Kesulitan
Imam Qurthubi menjelaskan, membaca Shalawat Nariyah hingga 100 kali setiap hari merupakan amalan yang sangat dianjurkan.
Dengan izin Allah, kesulitan akan diangkat, pintu kebaikan dibuka, serta dijauhkan dari kelaparan dan kemiskinan.
Selain itu, Allah juga menumbuhkan rasa kasih sayang di hati sesama manusia.
Lafal Shalawat Nariyah
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَاْمًا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkan salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Dengan sebab beliau, segala kesulitan terurai, semua kesusahan sirna, seluruh kebutuhan terpenuhi, segala harapan tercapai serta husnul khatimah diraih. Berkat kemuliaannya hujan pun turun. Semoga rahmat tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya di setiap detik dan hembusan napas sebanyak bilangan yang Engkau ketahui. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Ali Mustofa