RADAR KUDUS – Menunaikan ibadah haji merupakan impian besar bagi setiap muslim.
Namun, tidak semua orang dapat segera mewujudkannya karena keterbatasan biaya, kesehatan, maupun kesempatan.
Karena itu, selain berusaha secara lahir dengan menabung dan mempersiapkan diri.
Banyak umat Islam yang menempuh jalan spiritual melalui doa dan amalan khusus sebagai bentuk ikhtiar memohon panggilan ke Tanah Suci.
Tradisi amalan ini diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penguatan harapan, bahwa Allah SWT mampu memudahkan segala urusan bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Memulai Amalan Setelah Subuh dan Maghrib
Amalan ini dilakukan secara rutin setiap selesai salat Subuh dan Maghrib.
Setelah salam, dianjurkan menghadap kiblat, kemudian bersujud dengan penuh khusyuk.
Dalam posisi sujud, bacalah doa berikut satu kali:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
“Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membuka pendengaran dan penglihatannya dengan kekuasaan-Nya. Maha Berkah Allah, sebaik-baik Pencipta.”
Doa ini menjadi bentuk ketundukan sekaligus pengakuan bahwa segala kemampuan manusia berasal dari Allah.
Membaca Al-Fatihah dan Doa Pengharapan
Setelah sujud, lanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah sebanyak tujuh kali. Setiap selesai membaca Al-Fatihah, ucapkan doa singkat berikut satu kali:
بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِإِذْنِ اللهِ (Bijaahi sayyidina Muhammadin bi-idznillah).
Pada saat membaca doa tersebut, hadirkan dalam hati permohonan agar diberi kesempatan segera menunaikan ibadah haji.
Setelah itu, berdirilah dengan penuh harap, angkat kedua tangan, lalu bacalah dua kalimat syahadat sebanyak tiga kali.
Momentum ini menjadi saat terbaik untuk memohon kepada Allah agar dimudahkan segala jalan menuju Tanah Suci.
Mengulang Amalan ke Empat Arah Mata Angin
Amalan tidak berhenti sampai di situ. Setelah selesai menghadap kiblat, ulangi rangkaian sujud, bacaan Al-Fatihah, doa, dan syahadat dengan menghadap ke arah selatan, timur, dan utara.
Pengulangan ini melambangkan kesungguhan doa yang dipanjatkan dari segala arah.
Amalan ini mengajarkan bahwa harapan menuju Baitullah tidak hanya ditempuh melalui usaha materi, tetapi juga melalui doa yang konsisten.
Ketekunan menjalankan amalan setiap hari diharapkan menumbuhkan keyakinan bahwa panggilan haji akan datang pada waktu terbaik menurut Allah SWT.
Dengan doa yang terus dipanjatkan, semoga setiap langkah menuju Tanah Suci semakin dimudahkan dan impian suci itu segera terwujud. (top)
Top of Form
Bottom of Form
Editor : Ali Mustofa