Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kenapa Allah Perintahkan Saling Mengingatkan? Ini Penjelasan yang Bikin Tersadar

Ali Mustofa • Sabtu, 18 April 2026 | 08:56 WIB
Ilustrasi budaya saling menasihati (gemini ai)
Ilustrasi budaya saling menasihati (gemini ai)

RADAR KUDUS – Al-Qur’an menggambarkan manusia dengan beragam istilah yang menunjukkan betapa luas peran dan tanggung jawabnya di muka bumi.

Ada istilah basyar yang menegaskan manusia sebagai makhluk biologis, al-insan sebagai pemikul amanah, Bani Adam sebagai keturunan Nabi Adam, serta an-nas yang menegaskan manusia sebagai makhluk sosial.

Sebagai an-nas, manusia tidak mungkin hidup sendiri. Kehidupan menuntut kebersamaan, kerja sama, dan kepedulian antarsesama.

Dari sinilah lahir kewajiban untuk membangun hubungan sosial yang harmonis, menjaga kepentingan bersama, serta menumbuhkan budaya saling menasihati dalam kebaikan.

Manusia sebagai Makhluk Sosial

Kehidupan bermasyarakat menuntut manusia untuk saling membantu dan menjaga keseimbangan hubungan sosial.

Setiap individu memiliki peran dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan kasih sayang.

Dalam konteks hubungan sosial, Islam mengenalkan konsep habluminannas, yaitu hubungan baik antar manusia.

Salah satu bentuk nyata dari hubungan ini adalah saling memberi nasihat.

Nasihat bukan sekadar teguran, tetapi bentuk kepedulian agar seseorang tetap berada di jalan yang benar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, nasihat berarti ajaran atau pelajaran yang baik berupa petunjuk, peringatan, atau teguran yang disampaikan dengan niat tulus.

Dalam Islam, nasihat adalah wujud keinginan menghadirkan kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan.

Kewajiban Saling Menasihati

Islam menegaskan bahwa manusia tidak cukup hanya beriman dan beramal saleh.

Ada tanggung jawab sosial yang harus dipenuhi, yaitu saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ashr ayat 1–3: “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Ayat ini menegaskan bahwa manusia dapat terhindar dari kerugian jika memenuhi empat unsur.

Yaitu: iman, amal saleh, nasihat dalam kebenaran, dan nasihat dalam kesabaran.

Nasihat menjadi unsur penting karena manusia memiliki kelemahan dan berpotensi melakukan kesalahan.

Dengan adanya nasihat, kehidupan menjadi lebih terarah dan manusia dapat terhindar dari keburukan serta dosa.

Dakwah Tidak Selalu dengan Lisan

Saling menasihati merupakan bagian dari dakwah. Namun dakwah tidak selalu identik dengan ceramah atau pidato.

Dakwah bisa dilakukan melalui keteladanan, sikap memudahkan urusan orang lain, dan tindakan nyata yang membawa manfaat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Yusuf ayat 108: “Katakanlah, inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak kepada Allah dengan hujjah yang nyata.”

Ayat ini menegaskan bahwa mengajak kepada kebaikan adalah jalan para rasul dan orang-orang yang mengikuti mereka.

Artinya, setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebaikan sesuai kemampuan masing-masing.

Adab dalam Memberi Nasihat

Nasihat yang baik tidak hanya dilihat dari isi, tetapi juga cara penyampaiannya. Tanpa adab, nasihat justru bisa ditolak atau menimbulkan konflik.

Beberapa adab penting dalam menasihati antara lain: Niat yang ikhlas karena Allah. Menasihati dengan ilmu. Memperbaiki diri sebelum menasihati orang lain. Menggunakan kata-kata yang lembut dan bijak.

Allah SWT mencontohkan hal ini ketika memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun menasihati Fir’aun.

Dalam QS. Thaha ayat 44 disebutkan: “Berkatalah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”

Ayat ini mengajarkan bahwa bahkan kepada orang yang paling keras sekalipun, nasihat harus disampaikan dengan kelembutan.

Menjadikan Nasihat sebagai Budaya Hidup

Tugas manusia hanyalah menyampaikan kebenaran. Soal hidayah, sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qashash ayat 56: “Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Ayat ini mengingatkan bahwa keberhasilan nasihat bukan diukur dari perubahan orang lain.

Tetapi dari kesungguhan kita dalam menyampaikan kebaikan.

Budaya saling menasihati akan melahirkan masyarakat yang saling peduli dan saling menjaga.

Nasihat menjadi pengingat agar manusia tetap berada di jalur yang benar.

Ketika iman, amal saleh, dan nasihat berjalan bersama, kehidupan akan menjadi lebih terarah dan penuh keberkahan.

Pada akhirnya, saling menasihati bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi ibadah yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. (top)

Editor : Ali Mustofa
#nasihat #makhluk sosial #kebahagiaan #manusia #dakwah