Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rahasia Orang Beriman yang Jarang Stres, Ternyata Ini Kebiasaannya

Ali Mustofa • Kamis, 9 April 2026 | 11:49 WIB
Ilustrasi orang tua mengajar anak membaca al-Qur
Ilustrasi orang tua mengajar anak membaca al-Qur'an. (Getty Images/iStockphoto)

RADAR KUDUS - Keimanan tidak berhenti pada pengakuan lisan atau keyakinan di dalam hati.

Ia harus terus diperbarui melalui proses perbaikan diri yang berkelanjutan.

Islam menegaskan bahwa orang beriman yang terus memperbaiki kehidupannya akan memperoleh ketenangan batin dan terbebas dari rasa takut serta kesedihan.

Allah SWT berfirman: “Barang siapa beriman dan melakukan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-An’am: 48)

Ayat ini menjadi pesan kuat bahwa iman harus selalu diiringi dengan usaha memperbaiki kualitas hidup dan ibadah.

Hidup Harus Selalu Di-Update

Perjalanan hidup seorang mukmin ibarat sebuah perangkat yang harus terus diperbarui.

Tanpa pembaruan, kualitasnya akan menurun dan tertinggal.

Perbaikan diri dimulai dari hal paling mendasar, yaitu ibadah. Shalat, misalnya, tidak cukup hanya dikerjakan rutin.

Tata cara bersuci perlu diperbaiki, bacaan shalat harus dipelajari kembali, serta kekhusyukan terus dilatih.

Semua itu membutuhkan kesungguhan dan konsistensi.

Belajar ilmu agama juga menjadi bagian penting dari proses ini.

Kitab-kitab fiqih, tafsir, dan ilmu dasar agama perlu dipelajari secara bertahap agar ibadah semakin benar dan mantap.

Dengan ilmu, seseorang mampu menjalani ibadah dengan keyakinan yang lebih kuat.

Mengaji Sepanjang Hayat

Perbaikan diri tidak mengenal kata selesai. Ia adalah perjalanan seumur hidup yang berakhir saat ajal tiba.

Mengaji seharusnya menjadi rutinitas harian, bukan kegiatan sesekali.

Walau hanya sedikit, kebiasaan belajar setiap hari akan membentuk perubahan besar dalam jangka panjang.

Ilmu yang dipelajari secara terus-menerus akan memperbaiki cara berpikir, sikap, dan perilaku.

Konsistensi belajar ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran diri bahwa manusia selalu membutuhkan bimbingan Allah.

Perbaikan Diri Melahirkan Ketenteraman

Ketika seseorang terus memperbaiki dirinya, ia akan merasakan perubahan dalam hati. Ada rasa yakin, tenang, dan optimistis dalam menjalani kehidupan.

Hatinya tidak lagi diliputi kecemasan berlebihan, karena ia yakin sedang berjalan di jalan yang benar.

Sebaliknya, stagnasi dalam kehidupan sering menimbulkan kegelisahan.

Hati menjadi resah karena merasa tertinggal dan jauh dari tujuan hidup.

Oleh sebab itu, memperbaiki diri bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga kebutuhan jiwa.

Ia menjadi kunci lahirnya ketenangan batin dan kebahagiaan yang berkelanjutan.

Menjadi Lebih Baik Hingga Akhir Hayat

Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik daripada hari sebelumnya.

Perjalanan menuju perbaikan diri tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menuntut kesungguhan dan keberlanjutan.

Dengan iman yang disertai usaha memperbaiki diri, seseorang akan merasakan janji Allah: hati yang terbebas dari rasa takut dan kesedihan.

Inilah bukti bahwa proses memperbaiki diri adalah salah satu jalan menuju ketenangan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat. (top)

Editor : Ali Mustofa
#beriman #Allah SWT #ilmu agama #Perbaikan Diri #ibadah