RADAR KUDUS – Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya melalui biji-bijian dan buah yang tampak sederhana, namun menyimpan sistem yang luar biasa canggih.
Setiap biji yang tertanam di dalam buah memiliki peran penting.
Bukan hanya untuk menjaga kelangsungan spesies, tetapi juga untuk menjamin ketersediaan pangan bagi manusia dan hewan.
Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: "Dia menumbuhkan bagi kamu dari bumi segala macam tanaman yang indah, kemudian Dia menjadikan padanya jalan-jalan bagi kamu sehingga kamu dapat memperoleh makanannya. Maka makanlah dari yang diberikan Allah kepadamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-An’am: 141)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap biji dan buah diciptakan dengan hikmah yang luar biasa, penuh ketelitian, dan untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi makhluk hidup.
Biji-Bijian: Cadangan Kehidupan dan Simbol Kekayaan
Perhatikan biji-bijian yang ada di dalam buah.
Ia diciptakan seolah-olah menjadi “benda berharga” yang disimpan rapi, siap menggantikan jika panen gagal atau ada kendala lain.
Kepadatan biji di dalam buah tidak hanya melindungi isinya, tetapi juga menambah kekenyalan dan kelembutan buah.
Tanpa biji, buah akan mudah lepas, rusak, atau tidak matang sempurna.
Beberapa biji dapat dimakan langsung, sementara lainnya dapat diolah menjadi minyak atau bahan makanan lain.
Semua ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan makhluk lain.
Setiap biji memiliki potensi kehidupan yang luar biasa, menunggu saat ditanam untuk menghasilkan pohon baru yang sehat dan produktif.
Perlindungan dan Mekanisme Ajaib Biji
Allah juga menutupi biji dengan kulit keras yang menjaga dari kerusakan, bahkan jika jatuh ke tanah, debu, atau lembab.
Kulit ini bagaikan kotak penyimpan benda berharga, menjaga agar biji tetap utuh hingga saatnya ditanam.
Ketika biji ditanam di tanah yang subur dan disiram air, keluar darinya serat akar yang menjalar ke tanah dan dahan yang tumbuh ke udara.
Seiring dahan dan batang menguat, serat akar juga membesar, menyalurkan nutrisi ke setiap sisi tanaman.
Air dan makanan dari akar dinaikkan ke pucuk pohon melalui serat-serat ini, sehingga setiap daun, bunga, dan buah mendapatkan asupan yang cukup sesuai porsinya.
Allah menata semuanya dengan adil dan sempurna, memastikan setiap bagian pohon menerima makanan yang cocok untuk fungsinya.
Daun, Buah, dan Sorot Matahari: Keseimbangan Alam
Renungkan pula bagaimana daun muncul lebih dahulu daripada buah.
Daun berfungsi sebagai pelindung buah muda dari terik matahari dan udara dingin, sekaligus memastikan sinar matahari dan udara tetap menembus cukup untuk fotosintesis.
Mekanisme ini menjaga buah dari kerusakan atau kebusukan, sekaligus menyeimbangkan nutrisi, warna, aroma, dan rasa yang sempurna ketika matang.
Allah menciptakan sistem ini dengan presisi, sehingga setiap proses, dari keluarnya daun, tumbuhnya dahan, hingga kematangan buah, mengandung pelajaran tentang keteraturan, keseimbangan, dan hikmah dalam ciptaan-Nya.
Semua itu terjadi tanpa alat, tanpa gerakan makhluk lain, hanya dengan kehendak dan kekuasaan Sang Pencipta. (top)
Editor : Ali Mustofa