Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waswas, Musuh Tersembunyi dalam Ibadah yang Harus Diwaspadai

Ali Mustofa • Selasa, 31 Maret 2026 | 14:18 WIB
Ilustrasi berdoa dengan khusyuk. (Foto: Freepik)
Ilustrasi berdoa dengan khusyuk. (Foto: Freepik)

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan seorang muslim, ketenangan hati saat beribadah merupakan anugerah yang sangat berharga.

Namun tidak sedikit orang merasakan gangguan berupa keraguan yang datang berulang-ulang, membuat ibadah terasa berat, gelisah, bahkan memicu kecemasan berkepanjangan.

Gangguan itu dikenal dengan istilah waswas, yaitu bisikan halus yang menggoyahkan keyakinan dan mengganggu kekhusyukan.

Fenomena ini bukan perkara sepele. Ia menyentuh sisi spiritual, psikologis, hingga sosial manusia.

Karena itu para ulama sejak dahulu telah memberikan perhatian khusus terhadap cara mengenali, mencegah, dan mengobatinya melalui tuntunan syariat.

Hakikat Waswas: Bisikan yang Mengguncang Hati

Waswas berasal dari bisikan setan yang masuk ke dalam hati manusia secara halus.

Ia menanamkan keraguan, ketakutan berlebihan, dan kecemasan yang sering kali tidak berdasar.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an: “Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan ke dalam dada manusia.” (QS. An-Nas: 4–5)

Para ulama menjelaskan bahwa setan akan mendekat ketika manusia lalai.

Sebaliknya, ketika seseorang mengingat Allah, setan akan mundur. 

Ibnu Abbas menuturkan bahwa setan “duduk di atas hati anak Adam. Jika ia lalai, setan membisikkan, dan jika ia berzikir, setan pun menjauh.”

Waswas sering muncul dalam bentuk keraguan ibadah.

Mulai merasa wudhu tidak sah, takbir belum sempurna, atau bacaan shalat salah sehingga diulang berkali-kali. 

Rasulullah SAW bersabda: “Pencurian setan dari shalat seseorang adalah berpalingnya hati.” (HR. Muslim)

Strategi Setan Menyesatkan Manusia

Waswas dapat menjadikan ibadah terasa melelahkan dan kehilangan kenikmatan.

Bahkan sebagian orang mengalami kecemasan berat karena merasa ibadahnya tidak pernah sempurna.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda: “Setan datang kepada kalian lalu berkata: siapa menciptakan ini dan itu, hingga ia berkata: siapa menciptakan Tuhanmu? Jika sampai pada tahap itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan menghentikannya.” (HR. Bukhari-Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa keraguan yang berlebihan harus dihentikan, bukan dilayani.

Semakin dituruti, semakin kuat ia menguasai hati.

Para ulama menyebut setan memiliki tingkatan dalam menyesatkan manusia.

Mulai dari mendorong kekafiran, bid’ah, dosa besar, dosa kecil, hingga menyibukkan manusia dengan hal yang sia-sia.

Allah SWT memperingatkan: “Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.” (QS. An-Nur: 21)

Waswas sering menjadi pintu awal menuju dosa. Setan menghiasi keburukan agar terlihat menarik, sebagaimana ketika ia menyesatkan Nabi Adam AS:

Allah SWT berfirman: “Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya.” (QS. Al-A’raf: 20) (top)

Editor : Ali Mustofa
#waswas #Kehidupan #Allah SWT #beribadah