Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jangan Sampai Salah Prioritas! Ini Urutan Ilmu yang Wajib Dipelajari Semua Orang

Ali Mustofa • Jumat, 27 Maret 2026 | 14:21 WIB
Seorang guru sedang mengajar membaca Al-Qur
Seorang guru sedang mengajar membaca Al-Qur'an (freepik)

RADAR KUDUS – Dalam khazanah keilmuan Islam, ilmu tidak dipandang sebagai satu bidang yang berdiri sendiri.

Ia tersusun dalam tingkatan yang saling melengkapi, mengarahkan manusia menuju kesempurnaan iman, amal, serta akhlak.

Para ulama menjelaskan bahwa ilmu yang wajib dipelajari terbagi ke dalam lima bagian penting yang menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia.

Yaitu: akidah, ibadah, penjagaan anggota tubuh, penyucian jiwa dari sifat buruk, serta penghiasan hati dengan akhlak mulia.

  1. Ilmu Akidah: Fondasi yang Tidak Boleh Goyah

Bagian pertama adalah ilmu yang berkaitan dengan dasar keimanan. Inilah pondasi utama yang menopang seluruh bangunan agama.

Setiap muslim wajib mengetahui dan meyakini keimanan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul, serta hari akhir.

Tanpa akidah yang kokoh, amal sebesar apa pun tidak memiliki akar yang kuat.

Keimanan adalah titik awal perjalanan menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kepada Allah, Rasul-Nya, kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang diturunkan sebelumnya.” (QS. An-Nisa: 136)

Ayat ini menegaskan bahwa keimanan bukan sekadar warisan, melainkan ilmu yang harus dipahami dan diyakini secara sadar.

2. Ilmu Ibadah: Mengarahkan Gerak Tubuh dan Harta

Setelah akidah, ilmu yang wajib dipahami adalah ilmu tentang ibadah.

Ibadah tidak hanya menyangkut gerakan fisik seperti shalat, puasa, dan haji, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan harta seperti zakat dan sedekah.

Ilmu ibadah memastikan setiap amal dilakukan dengan benar, sesuai tuntunan syariat, sehingga bernilai di sisi Allah.

Allah SWT berfirman: “Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah harus didasari ilmu agar ketaatan benar-benar murni.

3. Ilmu Menjaga Lima Anggota Tubuh

Islam memandang anggota tubuh sebagai amanah yang harus dijaga.

Karena itu, ilmu yang berkaitan dengan lisan, kemaluan, perut, pendengaran, dan penglihatan menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan.

Lisan dapat mengangkat derajat, tetapi juga bisa menjatuhkan kehormatan. Perut menentukan halal dan haramnya rezeki.

Pendengaran dan penglihatan menjadi pintu masuk berbagai pengaruh ke dalam hati.

Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan diminta pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra: 36)

Ayat ini menegaskan bahwa setiap anggota tubuh memiliki tanggung jawab yang kelak dipertanyakan.

4. Ilmu Mengenali Akhlak Tercela

Bagian keempat adalah ilmu tentang penyakit hati. Sifat seperti riya, sombong, iri, dengki, dan cinta dunia berlebihan merupakan racun yang merusak amal.

Mengetahui sifat tercela menjadi langkah awal untuk membersihkan jiwa. Tanpa kesadaran akan penyakit hati, manusia bisa merasa baik padahal sedang terjerumus dalam keburukan.

Allah SWT berfirman: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10)

Ayat ini menunjukkan bahwa pembersihan jiwa adalah jalan menuju keberuntungan sejati.

5. Ilmu Akhlak Terpuji: Cahaya bagi Kalbu

Tahapan terakhir adalah ilmu tentang akhlak mulia yang wajib dimiliki hati, seperti ikhlas, tawakal, sabar, syukur, dan ridha.

Akhlak inilah yang menjadi hiasan kalbu dan tanda kedekatan dengan Allah.

Ilmu ini mengarahkan manusia untuk beramal semata-mata karena Allah, bukan demi pujian manusia.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Ketakwaan lahir dari hati yang dihiasi akhlak terpuji.

Kelima jenis ilmu ini membentuk satu kesatuan yang utuh.

Akidah menguatkan keyakinan, ibadah mengarahkan amal, penjagaan anggota tubuh melindungi diri dari dosa, pengenalan akhlak tercela membersihkan jiwa, dan akhlak terpuji menyempurnakan hati.

Dengan memahami kelima bagian ilmu ini, manusia tidak hanya menjadi berpengetahuan.

Tetapi juga menjadi pribadi yang seimbang antara iman, amal, dan akhlak, menuju kebahagiaan yang hakiki di dunia dan akhirat. (top)

Editor : Ali Mustofa
#ilmu #akhlak #islam #keimanan #Allah SWT #manusia #ibadah