Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sepele Tapi Berdampak Besar! Cara Benar Minum dan Mandi yang Sering Diabaikan

Ali Mustofa • 2026-03-26 11:44:41
Ilustrasi mandi. (freepik.com)
Ilustrasi mandi. (freepik.com)

RADAR KUDUS – Kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sering kali dilakukan tanpa disertai pemahaman yang utuh.

Salah satunya adalah pilihan menggunakan air hangat atau air dingin untuk mandi dan minum.

Banyak orang terbiasa mandi air hangat, namun justru memilih minum air dingin. Padahal, dari sisi kesehatan tubuh, kebiasaan tersebut tidak selalu tepat.

Tubuh manusia memiliki suhu normal sekitar 37 derajat Celcius.

Setiap makanan, minuman, maupun rangsangan dari luar akan berinteraksi dengan sistem tubuh yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah SWT.

Karena itu, memahami bagaimana tubuh merespons suhu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sebagai amanah.

Minum Air Dingin: Beban Tambahan bagi Tubuh

Saat seseorang meminum air yang terlalu dingin, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu cairan tersebut agar mendekati suhu internal.

Proses penyesuaian ini membutuhkan energi tambahan, sehingga secara tidak langsung membebani metabolisme tubuh.

Sebaliknya, minuman hangat lebih mudah diterima karena suhunya lebih mendekati suhu tubuh.

Proses penyerapan menjadi lebih ringan, sirkulasi lebih lancar, dan sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam menjaga tubuh.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim terhadap amanah tubuh yang diberikan Allah SWT.

Mandi Air Dingin: Stimulasi Kebugaran Tubuh

Berbeda dengan minum, mandi justru dianjurkan menggunakan air dingin.

Air dingin memberi rangsangan pada kulit sehingga terjadi vasokonstriksi, yaitu penyempitan pembuluh darah.

Proses ini membuat aliran darah kembali ke pusat tubuh dan memperbaiki sirkulasi secara keseluruhan.

Ketika sirkulasi pusat berjalan baik, tubuh terasa segar, bugar, dan siap beraktivitas.

Sensasi segar setelah mandi air dingin bukan sekadar perasaan, tetapi hasil dari mekanisme fisiologis yang bekerja secara alami.

Sebaliknya, mandi air hangat memicu vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah.

Darah lebih banyak mengalir ke permukaan kulit, sehingga tubuh terasa hangat.

Namun setelah mandi, kondisi ini sering membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk karena aliran darah di pusat tubuh berkurang.

Kombinasi yang Dianjurkan

Meski demikian, mandi air hangat tetap boleh dilakukan, terutama bagi orang yang membutuhkan relaksasi otot.

Namun para ahli menyarankan agar mandi air hangat diakhiri dengan guyuran air dingin.

Langkah sederhana ini membantu pembuluh darah kembali menyempit, mengembalikan sirkulasi ke pusat tubuh, dan menghasilkan efek segar setelah mandi.

Hasilnya, tubuh terasa lebih berenergi, tidak mengantuk, dan siap menjalani aktivitas.

Islam memandang kesehatan sebagai nikmat besar yang harus dijaga.

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat ini mengingatkan bahwa menjaga tubuh adalah bagian dari ikhtiar menjaga kehidupan.

Kebiasaan kecil seperti memilih suhu air ternyata memiliki dampak besar terhadap kebugaran.

Pada akhirnya, keseimbangan menjadi kunci. Minuman hangat membantu tubuh bekerja ringan, sementara mandi air dingin merangsang kebugaran.

Dengan memahami hikmah di balik kebiasaan sederhana ini, setiap aktivitas harian dapat menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan sekaligus bentuk syukur atas nikmat tubuh yang Allah SWT titipkan. (top)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #mandi #Allah SWT #minum #tubuh #air hangat