Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terjebak Gengsi! Tanpa Sadar Gaya Hidup Ini Diam-Diam Menghancurkan Hidupmu

Ali Mustofa • 2026-03-24 08:07:59
Ilustrasi orang kelas menengah yang meniru gaya orang kelas atas. (Freepik)
Ilustrasi orang kelas menengah yang meniru gaya orang kelas atas. (Freepik)

RADAR KUDUS – Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan sosial, ada satu penyakit batin yang kerap luput dari perhatian, yaitu gengsi.

Ia tidak terlihat, namun dampaknya nyata. Tanpa disadari, banyak orang menjalani hidup bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan demi menjaga citra di hadapan orang lain.

Gengsi perlahan membentuk pola pikir yang keliru. Apa yang dipakai, dikunjungi, hingga dipamerkan, seolah menjadi ukuran nilai diri.

Padahal, ketika hidup dikendalikan oleh gengsi, seseorang sejatinya sedang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Gengsi: Citra Semu yang Menjerat Kehidupan

Fenomena gengsi semakin tampak jelas di tengah masyarakat, terutama dengan hadirnya media sosial.

Kehidupan yang ditampilkan serba indah dan mewah sering kali bukan cerminan realitas, melainkan hasil seleksi yang ingin ditunjukkan kepada publik.

Akibatnya, tidak sedikit orang yang memaksakan diri untuk terlihat “berkelas”.

Mulai dari membeli barang bermerek, nongkrong di tempat mahal, hingga liburan yang sebenarnya di luar kemampuan.

Bahkan, tak jarang hal ini dilakukan dengan cara berutang.

Padahal Allah SWT telah mengingatkan agar manusia tidak berlebih-lebihan dalam hidup.

Artinya: “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa gaya hidup yang melampaui batas, apalagi hanya demi gengsi, bukanlah jalan yang diridhai.

Ketika Gengsi Mengalahkan Realitas

Gengsi tidak hanya soal penampilan, tetapi juga memengaruhi keputusan besar dalam hidup.

Dalam dunia kerja, misalnya, ada yang menolak pekerjaan halal hanya karena dianggap tidak sesuai dengan status atau latar belakang pendidikan.

Padahal dalam Islam, kemuliaan tidak diukur dari jenis pekerjaan, melainkan dari ketakwaan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Sikap gengsi yang seperti ini justru dapat menghambat rezeki. Seseorang lebih memilih menjaga citra daripada memenuhi kebutuhan hidup secara halal dan bermartabat.

Dampak Gengsi: Dari Stres hingga Lilitan Utang

Sikap gengsi yang berlebihan bukan hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga kesehatan mental.

Hidup dalam tekanan untuk selalu terlihat sempurna akan melahirkan kecemasan dan kelelahan batin.

Tidak sedikit keluarga yang akhirnya terbebani utang karena memaksakan gaya hidup.

Pernikahan mewah, pendidikan mahal, hingga kebutuhan tersier dijadikan prioritas, sementara kemampuan finansial diabaikan.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya harta itu manis dan indah. Barang siapa mengambilnya dengan cara yang benar, maka ia akan diberkahi...” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa harta harus dikelola dengan cara yang benar, bukan untuk dipamerkan atau dijadikan alat pencitraan.

Sederhana: Kunci Ketenangan Hidup

Islam mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Tidak berlebihan, namun juga tidak kikir.

Hidup sederhana bukan berarti kekurangan, melainkan mampu menempatkan sesuatu sesuai porsinya.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al-Furqan: 67)

Kesederhanaan justru membawa ketenangan. Seseorang tidak lagi terbebani oleh penilaian orang lain, melainkan fokus pada kebutuhan dan keberkahan hidup.

Berani Lepas dari Bayang-Bayang Gengsi

Pada akhirnya, gengsi adalah pilihan. Apakah seseorang ingin terus hidup dalam bayang-bayang penilaian orang lain, atau berani menjadi diri sendiri dengan penuh kesadaran.

Hidup yang terlalu sibuk mengejar pengakuan akan kehilangan makna.

Sebaliknya, hidup yang dijalani dengan kejujuran dan kesederhanaan akan menghadirkan ketenangan yang sejati.

Rasulullah SAW bersabda: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam hal dunia), dan jangan melihat kepada yang di atas kalian...” (HR. Muslim)

Pesan ini mengajarkan agar manusia tidak mudah terjebak dalam perbandingan yang memicu gengsi.

Kini, pilihan ada pada diri masing-masing. Tetap terjebak dalam citra semu, atau mulai melangkah menuju hidup yang lebih jujur, sederhana, dan penuh keberkahan. (top)

Editor : Ali Mustofa
#gaya hidup #Gengsi #Kehidupan #Allah SWT