Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keistimewaan Lailatul Qadr, Ruh dan Malaikat Turun Membawa Rahmat

Ali Mustofa • 2026-03-19 09:33:39
Ilustrasi lailatul qadr (Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph)
Ilustrasi lailatul qadr (Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph)

RADAR KUDUS - Pembahasan tentang makna “ruh” dalam Lailatul Qadr tidak berhenti pada satu penafsiran.

Seiring berkembangnya khazanah keilmuan Islam, para ulama menghadirkan beragam pandangan yang semakin memperkaya pemahaman umat terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.

Perbedaan ini bukanlah pertentangan, melainkan cerminan keluasan makna yang dikandung dalam firman Allah Swt.

Baca Juga: Lailatul Qadr, Saat Allah Membuka Pintu untuk Semua Hamba-Nya

Sebagian ahli tafsir mengemukakan pandangan yang cukup unik, yakni bahwa yang dimaksud dengan “ruh” dalam ayat Lailatul Qadr adalah Nabi Isa a.s.

Menurut pendapat ini, beliau akan turun bersama para malaikat pada malam tersebut.

Tujuannya adalah untuk menyaksikan secara langsung amal ibadah umat Nabi Muhammad saw., yang pada malam itu sedang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah.

Pandangan ini menggambarkan betapa istimewanya Lailatul Qadr, hingga menjadi perhatian para makhluk mulia dari langit.

Baca Juga: Misteri “Ruh” di Lailatul Qadr, Ini Ragam Tafsir Para Ulama

Pendapat lain menafsirkan “ruh” bukan sebagai makhluk tertentu, melainkan sebagai bentuk rahmat Allah yang khusus.

Dalam pandangan ini, turunnya malaikat pada malam Lailatul Qadr diiringi dengan turunnya limpahan kasih sayang Allah yang luar biasa.

Rahmat tersebut meliputi ampunan, keberkahan, dan dikabulkannya doa-doa hamba yang beribadah dengan penuh keikhlasan.

Dengan demikian, Lailatul Qadr bukan hanya dipenuhi kehadiran malaikat, tetapi juga limpahan kasih sayang Ilahi yang tak terbatas.

Malaikat Turun Membawa Kebaikan

Keistimewaan Lailatul Qadr semakin diperkuat dengan sejumlah hadis yang menjelaskan turunnya para malaikat.

Dalam riwayat yang dinukil dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah saw. menyampaikan bahwa pada malam tersebut, Malaikat Jibril a.s. turun bersama rombongan malaikat lainnya.

Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga mendoakan setiap hamba yang sedang berzikir dan beribadah kepada Allah.

“Pada Lailatul Qadr, Jibril turun bersama para malaikat dan mereka berdoa memohonkan rahmat bagi setiap hamba yang sedang berzikir dan beribadah.” (HR. Al-Baihaqi)

Hadis ini menunjukkan bahwa malam tersebut dipenuhi suasana spiritual yang sangat tinggi, di mana manusia dan malaikat sama-sama berada dalam lingkaran ketaatan kepada Allah.

Al-Qur’an menegaskan bahwa turunnya malaikat dan “ruh” terjadi atas izin Allah, dan mereka datang membawa berbagai urusan yang baik bagi manusia.

Allah SWT berfirman:  “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadr: 4)

Ayat ini mengandung makna bahwa setiap ketetapan yang turun pada malam tersebut sarat dengan kebaikan, keberkahan, dan hikmah bagi kehidupan manusia.

Peristiwa-Peristiwa Agung di Malam Lailatul Qadr

Dalam beberapa kitab tafsir dan hadis, disebutkan bahwa Lailatul Qadr juga menjadi waktu terjadinya berbagai peristiwa penting.

Di antaranya disebutkan bahwa pada malam itu proses penciptaan Nabi Adam a.s. dimulai, doa-doa dikabulkan, serta berbagai ketetapan Ilahi diturunkan.

Bahkan dalam sebagian riwayat disebutkan bahwa peristiwa diangkatnya Nabi Isa a.s. ke langit dan diterimanya tobat Bani Israil juga terjadi pada malam yang penuh keberkahan ini.

Riwayat-riwayat tersebut semakin menegaskan bahwa Lailatul Qadr bukan sekadar malam ibadah, tetapi juga malam yang sarat dengan sejarah dan ketetapan penting dalam perjalanan umat manusia.

Lailatul Qadr juga dikenal sebagai malam yang dipenuhi dengan keselamatan dan kedamaian.

Para malaikat turun silih berganti, memberikan salam dan mendoakan kesejahteraan bagi orang-orang beriman.

Sebagian ulama menafsirkan bahwa malam tersebut terbebas dari segala bentuk keburukan, kerusakan, dan gangguan.

Suasana yang hadir adalah ketenangan yang menyelimuti hingga terbitnya fajar.

Allah SWT berfirman:  “Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 5)

Ayat ini menegaskan bahwa keberkahan Lailatul Qadr berlangsung sepanjang malam, tanpa terputus sedikit pun.

Makna dari ayat terakhir Surah Al-Qadr menunjukkan bahwa keberkahan malam tersebut tidak hanya hadir pada sebagian waktu, melainkan terus mengalir hingga datangnya waktu subuh.

Para malaikat secara bergantian turun membawa rahmat, mendoakan hamba-hamba yang beribadah, serta menghadirkan suasana penuh ketenteraman.

Inilah malam yang dipenuhi dengan kasih sayang Allah secara menyeluruh.

Keutamaan yang Tak Terbantahkan

Allah Swt. sendiri telah menjelaskan keutamaan Lailatul Qadr secara langsung dalam Al-Qur’an.

Hal ini menunjukkan betapa agungnya malam tersebut, hingga tidak membutuhkan penegasan tambahan.

Namun demikian, banyaknya hadis yang menjelaskan keutamaan Lailatul Qadr justru semakin memperkuat keyakinan umat akan pentingnya malam tersebut.

Riwayat-riwayat itu menjadi pelengkap yang memperkaya pemahaman dan menumbuhkan semangat untuk menghidupkannya.

Dengan demikian, berbagai penafsiran tentang “ruh” dan riwayat yang menyertainya mengarah pada satu kesimpulan besar.

Yaitu Lailatul Qadr adalah malam yang dipenuhi rahmat, keberkahan, dan kedamaian.

Ia adalah momen istimewa di mana langit dan bumi dipenuhi kebaikan, dan setiap hamba yang bersungguh-sungguh akan mendapatkan bagian dari kasih sayang Allah Swt. (top)

Editor : Ali Mustofa
#lailatul qadr #Ruh #ampunan #Malaikat #Rahmat #Allah SWT