Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rahasia Tersembunyi Duduk Tasyahud: Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Juga Menyehatkan Tubuh!

Ali Mustofa • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:25 WIB

Photo
Photo

RADAR KUDUS - Dalam setiap rakaat shalat, gerakan tubuh tidak hanya berfungsi sebagai simbol penghambaan kepada Allah SWT, tetapi juga sarat hikmah bagi kesehatan dan keseimbangan jasmani.

Salah satu momen yang menonjol dalam rangkaian shalat adalah saat duduk tasyahud, baik tasyahud awal maupun tasyahud akhir.

Posisi duduk ini tampak sederhana, namun sejatinya mengandung makna spiritual yang mendalam sekaligus manfaat fisiologis yang tidak boleh diabaikan.

Melalui duduk tasyahud, seorang muslim tidak hanya menata ibadah dengan rapi dan penuh ketenangan.

Tetapi juga menjaga aliran darah, melatih otot-otot tubuh, serta menyeimbangkan energi jasmani dan rohani secara harmonis.

Tasyahud Awal: Duduk Pembuka Pengakuan dalam Shalat

Duduk tasyahud awal merupakan kelanjutan dari gerakan duduk di antara dua sujud, atau yang dikenal sebagai duduk iftirasy.

Posisi ini bukan sekadar duduk biasa, melainkan mengandung makna ibadah yang dalam serta memiliki manfaat fisiologis bagi tubuh.

Setelah bangkit dari sujud kedua, seorang muslim duduk dengan punggung tegak, kaki kiri menekuk di bawah badan, kaki kanan ditegakkan, dan kedua telapak tangan diletakkan di atas paha.

Tubuh berada dalam kondisi stabil, tenang, dan siap untuk melanjutkan bacaan tasyahud.

Rasulullah SAW menjelaskan tata cara duduk tasyahud awal melalui hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:

“Lalu, beliau meletakkan tangan kanan di atas paha kanan, mengisyaratkan jari telunjuk yang dekat dengan ibu jari ke arah kiblat sambil mengarahkan pandangan padanya atau arahnya.” (HR. Nasa’i)

Dalam posisi ini, jari telunjuk diangkat sebagai simbol pengakuan tauhid, sementara pandangan diarahkan sesuai arah jari telunjuk.

Duduk tasyahud awal juga membawa manfaat kesehatan yang signifikan.

Posisi lipatan paha dan betis yang bersentuhan dapat merangsang aliran darah.

Yaitu membantu mencegah sumbatan arteri maupun vena, dan bahkan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit diabetes, termasuk pembusukan pada kaki.

Hikmah Kesehatan Duduk Tasyahud Awal

Jika duduk tasyahud awal dilakukan agak lama, lipatan paha dan betis yang saling bertemu akan menstimulasi kelenjar keringat sehingga mencegah pengerasan tulang dan sendi.

Tekanan pada pangkal kaki membantu pembuluh darah di telapak kaki mengembang dan mengisi seluruh area kaki, menjadikan kaki lebih kuat untuk menopang tubuh.

Gerakan sederhana ini mengajarkan bahwa setiap posisi dalam shalat bukan hanya spiritual, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

Tasyahud Akhir: Duduk Tawarruk (Penutup Pengakuan)

Tasyahud akhir atau duduk tawarruk menjadi posisi penutup dalam rakaat terakhir shalat.

Rasulullah SAW mencontohkan cara duduk ini dengan maju kaki kiri, menegakkan kaki kanan, dan duduk di atas bokong, seraya menempatkan kedua tangan sama seperti pada tasyahud awal.

“Beliau duduk dalam rakaat terakhir dengan memajukan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan, serta duduk di atas bokong.” (HR. Bukhari)

Tata cara ini tidak hanya menandai kesempurnaan ibadah, tetapi juga memiliki efek fisiologis.

Posisi tawarruk memaksimalkan aliran darah dari kaki ke bagian tubuh atas, menyeimbangkan sirkulasi, dan menjaga fleksibilitas otot-otot tungkai.

Dengan demikian, setiap muslim yang melaksanakan shalat hingga tasyahud akhir mendapatkan manfaat ganda: kesempurnaan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

Makna Spiritual dan Jasmani

Duduk tasyahud awal dan akhir mengajarkan keseimbangan antara jasmani dan rohani.

Tubuh yang tenang menandakan penguasaan diri, sementara bacaan tasyahud menunjukkan ketundukan total kepada Allah SWT.

Gerakan duduk ini menjadi pengingat bahwa setiap posisi dalam shalat, sekecil apapun, mengandung hikmah spiritual, menenangkan jiwa, dan menyempurnakan fungsi tubuh.

Dengan melaksanakan duduk tasyahud secara benar, seorang muslim tidak hanya menunaikan kewajiban ibadah.

Tetapi juga memperoleh manfaat kesehatan, sirkulasi darah optimal, dan keseimbangan tubuh yang menyeluruh. (top)

Editor : Ali Mustofa
#Duduk Iftirasy #tawarruk #aliran darah #Tauhid #tasyahud #Allah SWT #shalat #ibadah