Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

RUKUK dalam Shalat: Makna Ibadah, Tata Cara, dan Manfaatnya

Ali Mustofa • Senin, 2 Maret 2026 | 15:55 WIB

Ilustrasi rukuk (Foto: Freepik/Queenmoonlite Studio)
Ilustrasi rukuk (Foto: Freepik/Queenmoonlite Studio)

RADAR KUDUS - Rukuk merupakan salah satu rukun penting dalam shalat yang mencerminkan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Gerakan ini bukan sekadar membungkukkan badan, tetapi memiliki nilai spiritual, tata cara khusus yang diajarkan Rasulullah SAW, serta manfaat bagi kesehatan tubuh apabila dilakukan dengan benar dan penuh ketenangan.

Dalam pelaksanaannya, rukuk mengandung perpaduan antara penghambaan kepada Allah, kedisiplinan gerakan ibadah, serta hikmah yang dapat dirasakan oleh jasmani dan rohani.

Perintah melaksanakan rukuk ditegaskan dalam firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan berbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa rukuk merupakan bagian dari rangkaian ibadah yang menjadi jalan menuju keberuntungan dan kemenangan hidup, baik di dunia maupun akhirat.

Rukuk menjadi simbol kepasrahan dan pengakuan atas kebesaran Allah SWT.

Tata Cara Rukuk Menurut Sunnah

Tata cara rukuk telah dicontohkan langsung oleh Muhammad sebagai pedoman bagi umat Islam.

Rukuk dilakukan dengan mengucapkan takbir sambil mengangkat kedua tangan sebagaimana ketika takbiratul ihram.

Setelah itu, kedua tangan diletakkan di atas lutut dengan posisi menggenggamnya secara mantap sebagaimana diriwayatkan dalam hadis. (HR. Abu Dawud dan Al-Hakim).

Tentang posisi punggung saat rukuk, Wasibsyah bin Ma’bad meriwayatkan: “Aku pernah melihat Rasulullah SAW ketika rukuk, beliau meluruskan punggungnya hingga seandainya air dituangkan di atasnya, air itu tetap berada di tempat.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis tersebut menggambarkan bahwa rukuk dilakukan dengan posisi punggung lurus dan kokoh, tidak membungkuk berlebihan maupun terlalu tegak.

Posisi Rukuk yang Ideal

Secara sederhana, rukuk dilakukan dengan membungkukkan badan dari posisi berdiri hingga tubuh membentuk sudut lurus dengan kaki yang tetap tegak.

Punggung harus rata dan kuat, sementara leher serta kepala sejajar dengan punggung.

Beberapa ketentuan posisi rukuk yang benar antara lain: Punggung lurus dan kokoh, tidak melengkung atau lemah.

Kepala sejajar dengan badan, tidak terlalu menunduk atau mendongak.

Kedua tangan memegang lutut dengan mantap. Berat badan tidak bertumpu pada pergelangan tangan.

Tubuh membentuk posisi horizontal antara punggung, leher, dan kepala.

Dalam posisi sempurna, tulang belakang berada dalam keadaan lurus dan stabil, sementara kaki tetap seperti posisi berdiri semula.

Hikmah Tuma’ninah dalam Rukuk

Salah satu aspek penting dalam rukuk adalah tuma’ninah, yaitu keadaan tenang dan tidak tergesa-gesa dalam setiap gerakan shalat.

Ketika rukuk dilakukan dengan tenang, otot-otot punggung mengalami relaksasi dan peregangan.

Posisi tubuh yang condong ke depan membuat beban tubuh bergeser sehingga tekanan pada ruas tulang belakang berkurang.

Kedua tangan yang menopang lutut membantu peregangan tulang belakang, bahkan menimbulkan sensasi tarikan ringan pada punggung.

Sebaliknya, rukuk yang dilakukan secara terburu-buru tidak memberikan manfaat tersebut karena otot masih dalam keadaan tegang.

Fungsi dan Manfaat Rukuk bagi Kesehatan

Gerakan rukuk memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Di antaranya:

Pertama, melenturkan tulang belakang. Rukuk membantu menjaga kelenturan tulang belakang yang menjadi pusat sistem saraf dan aliran darah.

Kedua, merelaksasi otot punggung. Gerakan ini meregangkan otot punggung, pinggang, paha, dan betis sehingga mengurangi ketegangan otot.

Ketiga, memperlancar peredaran darah. Posisi rukuk menempatkan jantung sejajar dengan pembuluh darah tubuh bagian bawah, sehingga aliran darah kembali ke jantung menjadi lebih lancar tanpa hambatan gravitasi.

Keempat, menjaga kelenturan saraf dan memori. Posisi kepala yang sejajar dan stabil membantu menjaga kelenturan saraf pada leher dan tengkuk yang berhubungan dengan fungsi memori.

Kelima, mencegah gangguan pinggang. Gerakan rukuk yang maksimal dapat membantu meregangkan otot pinggang sehingga mengurangi risiko nyeri pinggang.

Makna Spiritual Rukuk

Setelah rukuk dan tuma’ninah tercapai, dilanjutkan dengan i’tidal, yaitu bangkit kembali ke posisi berdiri sambil membaca: “Sami’allahu liman hamidah, rabbana wa lakal hamdu.”

Gerakan ini mengembalikan tubuh ke posisi tegak sebelum melanjutkan ke sujud.

Secara fisik, gerakan tersebut membantu menormalkan kembali posisi tulang dan aliran darah setelah peregangan saat rukuk.

Lebih dari sekadar gerakan fisik, rukuk merupakan simbol kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Dalam posisi ini, manusia menanggalkan kesombongan, menundukkan diri, dan menyatakan kepatuhan total kepada Sang Pencipta.

Dengan melaksanakan rukuk secara sempurna, tenang, dan sesuai tuntunan, seorang muslim tidak hanya memperoleh pahala ibadah, tetapi juga manfaat kesehatan serta ketenangan jiwa. (top)

Editor : Ali Mustofa
#kesehatan #rukuk #tulang #otot #Allah SWT #ibadah