Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jadwal Imsakiyah Semarang 4 Ramadan 1447 H Hari Ini: Catat Jam Subuh dan Magribnya, Jangan Sampai Terlewat!

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:48 WIB

 

Ilustrasi puasa Ramadan 2026
Ilustrasi puasa Ramadan 2026

RADARKUDUS - Ramadan selalu datang dengan ritme yang berbeda.

Udara dini hari terasa lebih khusyuk, jalanan lebih lengang, dan suara alarm sahur menjadi tanda dimulainya hari yang penuh makna.

Bagi warga Kota Semarang, Minggu 22 Februari 2026 bertepatan dengan 4 Ramadan 1447 Hijriah.

Di hari keempat ini, menjaga ketepatan waktu ibadah menjadi kunci agar puasa dan salat berjalan sempurna.

Berikut jadwal salat dan imsakiyah Semarang hari ini yang dapat menjadi panduan menjalani ibadah sepanjang hari.

Jadwal Imsak dan Salat Semarang 4 Ramadan 1447 H

IMSAK 04.17 WIB
SUBUH 04.27 WIB
TERBIT 05.40 WIB
DUHA 06.08 WIB
ZUHUR 11.55 WIB
ASAR 15.02 WIB
MAGRIB 18.03 WIB
ISYA 19.13 WIB

Waktu imsak menjadi penanda agar umat Islam segera menyelesaikan sahur sebelum memasuki Subuh.

Selisih sepuluh menit antara imsak dan azan Subuh memberi ruang kehati-hatian, agar puasa dimulai dalam kondisi yang benar-benar siap.

Sementara itu, waktu Magrib pukul 18.03 WIB menjadi momen yang paling dinanti.

Detik-detik menjelang azan berkumandang selalu menghadirkan suasana haru sekaligus syukur.

Bagi banyak keluarga di Semarang, buka puasa bukan hanya tentang makan, melainkan juga tentang kebersamaan.

Kenapa Jadwal Imsakiyah Penting Diperhatikan?

Dalam Ramadan, disiplin waktu adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Keterlambatan sahur atau keliru memperkirakan waktu berbuka bisa mengurangi kekhusyukan. Karena itu, jadwal imsakiyah Ramadan 2026 menjadi rujukan penting bagi masyarakat.

Selain untuk puasa, jadwal ini membantu umat Islam menata aktivitas harian. Waktu Zuhur dan Asar misalnya, sering beririsan dengan jam kerja. Dengan mengetahui jadwal secara pasti, seseorang dapat mengatur agenda tanpa mengabaikan kewajiban salat.

Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Ia adalah latihan konsistensi. Ketepatan waktu adalah salah satu bentuk disiplin spiritual.

Keutamaan Tadarus di Bulan Ramadan

Ramadan identik dengan Al-Qur’an. Di bulan inilah kitab suci diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Maka tidak heran jika membaca dan mengkaji Al-Qur’an menjadi amalan utama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an bernilai satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi No. 2910 disebutkan bahwa membaca satu huruf saja sudah bernilai pahala besar.

Bayangkan, dalam satu halaman mushaf terdapat ratusan huruf. Dalam satu juz terdapat ribuan huruf. Setiap huruf menjadi tabungan kebaikan yang tak ternilai.

Tadarus bukan sekadar membaca cepat hingga khatam. Lebih dari itu, ia adalah momen merenung, memahami, dan menenangkan hati. Banyak masjid di Semarang menggelar tadarus bersama selepas tarawih. Suara lantunan ayat suci yang bersahut-sahutan menjadi warna khas Ramadan.

Menata Hari ke-4 Ramadan dengan Lebih Bermakna

Hari keempat Ramadan sering menjadi fase penyesuaian. Tubuh mulai beradaptasi dengan pola makan yang berubah. Ritme tidur pun bergeser. Di titik ini, menjaga niat dan konsistensi menjadi penting.

Memulai hari dengan sahur sebelum imsak pukul 04.17 WIB, lalu menunaikan salat Subuh berjamaah, dapat menjadi pijakan awal yang kuat.

Setelah itu, waktu Duha pukul 06.08 WIB memberi peluang untuk menambah amalan sunnah.

Menjelang siang, Zuhur pukul 11.55 WIB menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan, hubungan dengan Allah tetap prioritas. Asar pukul 15.02 WIB menandai fase akhir puasa sebelum akhirnya Magrib tiba.

Setiap waktu salat seperti titik-titik yang menyusun satu garis perjalanan spiritual sepanjang hari.

Ramadan di Semarang: Tradisi dan Spiritualitas

Semarang memiliki warna Ramadan yang khas. Dari kawasan Kota Lama hingga perkampungan padat penduduk, suasana menjelang berbuka selalu semarak.

Pedagang takjil berjejer, aroma gorengan dan kolak menyebar di udara, sementara masjid-masjid bersiap menyambut jamaah tarawih.

Namun di balik keramaian itu, esensi Ramadan tetap sama: memperbaiki diri.

Mengetahui jadwal salat Semarang hari ini bukan sekadar informasi teknis. Ia adalah pengingat bahwa waktu terus berjalan. Setiap detik Ramadan terlalu berharga untuk disia-siakan.

Mengoptimalkan Ramadan Sejak Awal

Sering kali semangat Ramadan tinggi di awal, lalu perlahan menurun di pertengahan. Padahal justru konsistensi yang menentukan kualitas ibadah.

Hari ke-4 adalah momen tepat untuk mengevaluasi:
Apakah target tilawah sudah berjalan?
Apakah salat berjamaah terjaga?
Apakah lisan dan perilaku sudah mencerminkan semangat puasa?

Jadwal imsakiyah membantu menjaga ritme, tetapi komitmen pribadi yang menentukan hasil akhirnya.

Ramadan 1447 H hanya datang sekali. Waktu imsak 04.17 WIB pagi ini tidak akan kembali. Magrib 18.03 WIB hari ini pun hanya terjadi sekali dalam hidup kita.

Karena itu, memahami jadwal salat dan imsakiyah Semarang 4 Ramadan 1447 H bukan sekadar rutinitas membaca angka. Ia adalah cara kita menghargai waktu yang Allah berikan.

Semoga hari keempat Ramadan ini menjadi hari yang lebih baik dari sebelumnya. Lebih khusyuk salatnya, lebih banyak tilawahnya, lebih lembut hatinya.

Dan ketika azan Magrib nanti berkumandang, semoga bukan hanya rasa lapar yang hilang, tetapi juga dosa-dosa yang luruh bersama doa-doa yang dipanjatkan.

Editor : Mahendra Aditya
#jam buka puasa Semarang #imsak 4 Ramadan 1447 H #Jadwal Ramadan 2026 #jadwal salat Semarang hari ini #jadwal imsakiyah Semarang 2026