RADAR KUDUS – Manusia diciptakan dengan sistem kehidupan yang tersusun rapi dan penuh keseimbangan.
Dalam dirinya terdapat dorongan alami atau fitrah yang mengarahkan manusia untuk menjaga kelangsungan hidup serta menjauhkan diri dari hal-hal yang membahayakan.
Dorongan tersebut bukan sekadar kebiasaan yang terbentuk karena lingkungan, melainkan bagian dari ketetapan Allah SWT dalam menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.
Fitrah yang melekat pada diri manusia mencakup kebutuhan dasar seperti makan, minum, tidur, hingga dorongan untuk melanjutkan keturunan.
Semua itu menunjukkan bahwa kehidupan manusia berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan secara sempurna, sehingga manusia mampu mempertahankan eksistensinya di dunia.
Fitrah sebagai Mekanisme Menjaga Kehidupan
Salah satu bentuk fitrah yang paling jelas adalah rasa lapar dan haus.
Kedua dorongan ini membuat manusia berusaha mencari makanan dan minuman guna memenuhi kebutuhan tubuh.
Tanpa adanya rasa lapar dan haus, manusia mungkin tidak memiliki kesadaran untuk memenuhi kebutuhan fisiknya.
Sehingga tubuh kehilangan energi dan tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
Rasa lapar dan haus menjadi tanda bahwa tubuh memerlukan asupan untuk menjaga keseimbangan.
Hal ini menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki sistem pengingat alami yang menjaga kelangsungan hidupnya.
Allah SWT berfirman: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menegaskan bahwa kebutuhan makan dan minum merupakan bagian dari kehidupan manusia yang telah diatur, sekaligus mengajarkan keseimbangan dalam memenuhinya.
Selain kebutuhan makan dan minum, manusia juga memiliki kebutuhan untuk beristirahat.
Tidur menjadi sarana pemulihan tenaga setelah menjalani berbagai aktivitas.
Melalui tidur, tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, memulihkan energi, serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Allah SWT berfirman: "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat." (QS. An-Naba: 9)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tidur merupakan bagian dari rahmat Allah SWT yang diberikan untuk menjaga keseimbangan kehidupan manusia.
Dorongan Melanjutkan Keturunan
Fitrah manusia juga mencakup dorongan untuk mempertahankan keturunan. Naluri ini berperan menjaga keberlangsungan generasi manusia dari masa ke masa.
Tanpa dorongan tersebut, kehidupan manusia tidak akan berlanjut sebagaimana mestinya.
Islam memandang bahwa keberadaan keturunan merupakan bagian dari tujuan kehidupan yang diatur secara bijaksana oleh Allah SWT.
Melalui keturunan, kehidupan manusia terus berlanjut dan tatanan kehidupan tetap terjaga.
Allah SWT berfirman: "Dan Allah menjadikan bagimu pasangan dari jenismu sendiri dan menjadikan bagimu dari pasanganmu itu anak-anak dan cucu-cucu." (QS. An-Nahl: 72)
Ayat ini menegaskan bahwa keberadaan keturunan merupakan nikmat sekaligus bagian dari mekanisme keberlangsungan kehidupan manusia.
Naluri untuk Menjaga Kesehatan dan Kesembuhan
Selain kebutuhan dasar, manusia juga memiliki dorongan untuk menjaga kesehatan.
Ketika sakit, seseorang terdorong untuk mencari pengobatan meskipun obat yang dikonsumsi terasa pahit atau tidak menyenangkan.
Dorongan untuk sembuh tersebut merupakan bagian dari naluri mempertahankan kehidupan.
Tanpa adanya kesadaran dan keinginan untuk sembuh, manusia mungkin akan mengabaikan pengobatan yang sebenarnya dapat menyelamatkan dirinya.
Hal ini menunjukkan bahwa naluri dalam diri manusia berfungsi sebagai penjaga keseimbangan hidup.
Rasulullah SAW bersabda: "Setiap penyakit ada obatnya. Jika obat itu tepat mengenai penyakit, maka ia akan sembuh dengan izin Allah." (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa upaya mencari kesembuhan merupakan bagian dari ikhtiar manusia dalam menjaga kehidupan.
Kesempurnaan Fitrah sebagai Bukti Kebijaksanaan Penciptaan
Seluruh dorongan fitrah yang ada dalam diri manusia menunjukkan bahwa kehidupan tidak berjalan tanpa aturan.
Rasa lapar, kebutuhan tidur, dorongan berketurunan, hingga keinginan untuk sembuh merupakan mekanisme yang menjaga keseimbangan hidup manusia.
Semua itu menjadi bukti bahwa Allah SWT menciptakan manusia dengan sistem yang sempurna, teratur, dan penuh hikmah.
Fitrah yang tertanam dalam diri manusia berfungsi sebagai penjaga kehidupan sekaligus pengingat akan kebesaran Sang Pencipta.
Dengan merenungkan dorongan fitrah tersebut, manusia diharapkan semakin menyadari nikmat yang telah diberikan Allah SWT serta terdorong untuk menjaga kesehatan, kehidupan, dan keseimbangan diri sebagai bentuk rasa syukur atas karunia-Nya. (top)
Editor : Ali Mustofa