RADAR KUDUS – Umat Islam kembali bersiap menyambut salah satu malam istimewa dalam kalender hijriah, yakni malam Nisfu Sya’ban.
Pada tahun ini, malam pertengahan bulan Sya’ban jatuh mulai Senin, 2 Februari 2026, selepas waktu Maghrib, dan mencapai puncaknya pada Selasa, 3 Februari 2026.
Momentum ini diyakini sebagai waktu yang sarat rahmat, sehingga kerap dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak amalan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Malam Nisfu Sya’ban dipandang memiliki keutamaan khusus karena pada saat inilah kasih sayang Allah SWT tercurah begitu luas kepada hamba-hamba-Nya.
Dalam sebuah riwayat yang dinisbatkan kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT menengok seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban dan memberikan ampunan kepada mereka, kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang menyimpan permusuhan di dalam hatinya.
“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
Dalil tersebut menjadi penguat bagi umat Islam untuk menjadikan Nisfu Sya’ban sebagai malam muhasabah, memperbanyak istighfar, serta membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan.
Amalan membaca Yasin tiga kali.
Di tengah beragam amalan yang dianjurkan, membaca Surat Yasin menjadi salah satu tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Muslim di Indonesia pada malam Nisfu Sya’ban sebanyak tiga kali setelah menunaikan salat Maghrib, dengan niat yang berbeda pada setiap pembacaan.
Pembacaan Surat Yasin yang pertama diniatkan untuk memohon panjang umur.
Namun, panjang umur yang dimaksud bukan semata-mata lamanya usia secara hitungan tahun, melainkan panjangnya waktu hidup dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Pada pembacaan Surat Yasin yang kedua, niatkan untuk memohon rezeki yang halal dan penuh keberkahan. Rezeki dalam pandangan Islam tidak terbatas pada harta atau materi semata.
Kesehatan, keluarga yang harmonis, ketenangan batin, serta rasa cukup (qanaah) juga termasuk bentuk rezeki yang sangat berharga.
Ustadzah Halimah menekankan bahwa harta bukanlah ukuran utama kemuliaan di sisi Allah, sebab kekayaan dunia juga diberikan kepada mereka yang ingkar.
Justru rezeki berupa iman, takwa, serta cinta kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan karunia agung yang patut disyukuri.
Pembacaan Surat Yasin yang ketiga diniatkan untuk memohon husnul khatimah, yakni akhir kehidupan yang baik.
Umat Islam diajak berdoa agar kelak diwafatkan dalam keadaan beriman, dilapangkan saat sakaratul maut, serta diberi keselamatan di alam kubur dan pada hari kebangkitan di Padang Mahsyar.
Harapan akan kebahagiaan sejati tidak hanya tertuju pada kehidupan dunia, tetapi juga pada kehidupan akhirat yang kekal.
Karena itu, malam Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk mengetuk pintu langit, memohon keselamatan lahir dan batin hingga akhir perjalanan hidup.
Sebagaimana firman Allah SWT: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.” (QS. Ghafir: 60).
Menjelang datangnya malam Nisfu Sya’ban, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, memperkuat doa, dan membersihkan hati.
Membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat yang tulus diharapkan menjadi wasilah turunnya keberkahan, ampunan, serta perlindungan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Semoga malam penuh rahmat ini benar-benar menjadi momentum perubahan menuju pribadi yang lebih taat dan bertakwa. (top)
Editor : Ali Mustofa