Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Nisfu Sya'ban dan Keutamaan Malam Pertengahannya

Ali Mustofa • Senin, 2 Februari 2026 | 11:59 WIB
ILUSTRASI. Malam Nisfu Sya
ILUSTRASI. Malam Nisfu Sya

RADAR KUDUS - Sebagai umat Islam, memahami makna dan keutamaan Nisfu Syaban menjadi hal penting.

Momentum ini bukan sekadar penanda waktu dalam kalender Hijriah, tetapi termasuk saat yang istimewa dan dianjurkan untuk diisi dengan berbagai amalan ibadah serta introspeksi diri.

Pada tahun ini, umat Islam mulai memasuki bulan Sya'ban pada Selasa (2/2/2026). Syaban sendiri merupakan bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah.

Karena posisinya sebagai pengantar menuju Ramadhan, umat Islam perlu mengetahui secara tepat kapan pertengahan bulan Syaban atau Nisfu Syaban tiba.

Secara bahasa, kata nisfu berarti “pertengahan”. Sementara Sya'ban adalah nama bulan kedelapan dalam kalender Hijriah.

Dengan demikian, Nisfu Sya'ban dapat dimaknai sebagai pertengahan bulan Syaban, yakni hari dan malam ke-15.

Bulan Syaban berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung pada terlihat atau tidaknya hilal pada hari ke-29. Jika hilal tampak, Sya'ban berakhir dan dilanjutkan dengan masuknya bulan Ramadhan.

Namun jika hilal tidak terlihat, bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari. Karena itu, Nisfu Syaban selalu jatuh pada tanggal 15 Syaban.

Berdasarkan Kalender Hijriah Islam Indonesia yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, awal bulan Syaban 1446 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dengan demikian, tanggal 15 Syaban 1446 H bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.

Meski demikian, dalam sistem kalender Hijriah yang bersifat komariah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam.

Artinya, umat Islam telah memasuki malam Nisfu Sya'ban sejak Senin petang, 2 Februari 2026, setelah waktu maghrib.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Malam Nisfu Sya'ban dikenal sebagai salah satu malam yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Sejumlah hadits shahih menyebutkan bahwa malam ini dipenuhi dengan limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

1. Malam pengampunan dosa.

Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya secara luas, kecuali bagi mereka yang menyekutukan Allah (musyrik) dan orang-orang yang masih menyimpan permusuhan serta kebencian dalam hati.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah mengampuni seluruh hamba-Nya pada malam tersebut, kecuali dua golongan tersebut.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Bazzar, serta dinilai shahih oleh Imam Al-Albani.

“Allah melihat kepada hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, maka Dia ampuni semua hamba-hamba-Nya kecuali musyrik (orang yang syirik) dan yang bermusuh (orang benci membenci).”

Hal ini menunjukkan bahwa ampunan Allah sangat terbuka, namun mensyaratkan kebersihan tauhid dan hati dari permusuhan.

2. Malam turunnya rahmat Allah SWT.

Nisfu Sya'ban juga menjadi waktu di mana rahmat Allah mendekat kepada hamba-Nya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Thabrani dan Ibnu Adi, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa Allah mengampuni orang-orang yang memohon ampun pada malam tersebut, kecuali mereka yang terus-menerus melakukan dosa besar tanpa tobat.

Ini menegaskan pentingnya kesungguhan dalam memohon ampunan, bukan sekadar mengandalkan keutamaan waktu tanpa diiringi niat untuk berubah.

3. Malam yang dikaitkan dengan penetapan takdir tahunan.

Sebagian ulama berpendapat bahwa malam Nisfu Sya'ban memiliki keterkaitan dengan penetapan takdir tahunan, seperti rezeki, ajal, dan berbagai urusan kehidupan.

Pendapat ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Ad-Dukhan ayat 4. Artinya: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.”

Meski ayat tersebut lebih umum dikaitkan dengan Lailatul Qadar, sejumlah ulama menilai Nisfu Syaban sebagai fase awal penulisan ketetapan sebelum disempurnakan pada malam Lailatul Qadar.

4. Malam dibebaskannya hamba dari azab.

Dalam hadits yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan dinilai sahih oleh Al-Albani, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa pada malam pertengahan bulan Sya'ban, Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari azab, kecuali orang-orang yang masih berbuat syirik dan menyimpan kebencian.

“Pada malam pertengahan dari bulan Sya'ban, Allah akan mengampuni penduduk bumi, kecuali orang musyrik dan orang yang memiliki kebencian (permusuhan).”

Hadits ini menjadi pengingat bahwa Nisfu Sya'ban adalah momentum membersihkan hati, memperbaiki hubungan sosial, dan menata ulang keikhlasan ibadah.

5. Malam istimewa yang dikenal para sahabat dan tabi’in.

Keutamaan malam Nisfu Sya'ban telah dikenal sejak masa sahabat dan generasi tabi’in.

Ulama besar seperti Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani juga mengakui adanya dasar hadits-hadits shahih yang menunjukkan keistimewaan malam ini.

Dalam riwayat yang disampaikan Daraquthni dan Ibnu Khuzaimah, Rasulullah SAW menegaskan bahwa rahmat Allah turun pada malam Nisfu Syaban dan mencakup seluruh hamba, kecuali mereka yang menyekutukan Allah dan menyimpan kebencian kepada sesama.

Dengan berbagai keutamaan tersebut, Nisfu Sya'ban menjadi momentum berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar, membersihkan hati, memperbaiki hubungan, dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan jiwa yang lebih bersih dan sadar. (top)

 

Editor : Ali Mustofa
#takdir #ramadhan #ampunan #Nisfu Sya'ban #islam