RADAR KUDUS - Dalam ajaran Islam, perhatian terhadap kebersihan tidak hanya tertuju pada ibadah besar yang bersifat ritual, tetapi juga menyentuh hal-hal sederhana dalam keseharian.
Detail kecil yang kerap luput dari perhatian justru menjadi cermin dari kedisiplinan dan kesadaran seorang muslim dalam menjalani ajaran agamanya.
Perawatan diri, termasuk menjaga kebersihan wajah, kumis, dan jenggot, menunjukkan bahwa Islam memandang kebersihan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari fitrah manusia.
Dari kebiasaan sederhana inilah terbentuk pribadi yang rapi, sehat, dan selaras dengan nilai-nilai keimanan.
Sekaligus menegaskan bahwa menjaga kebersihan diri merupakan wujud nyata kepatuhan terhadap tuntunan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Merapikan Kumis, Menjaga Kebersihan dan Fitrah
Selain menekankan pentingnya membasuh wajah, Rasulullah SAW juga memberi perhatian khusus pada perawatan kumis dan jenggot.
Kedua bagian wajah ini, meski terlihat sederhana, memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.
Kumis yang dibiarkan terlalu panjang, misalnya, dapat menjadi tempat menumpuk debu atau sisa makanan, yang jelas bertentangan dengan prinsip Islam tentang kebersihan.
Dalam hadisnya, Rasulullah SAW menegaskan: “Peliharalah jenggot dan potonglah kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan ini bukan sekadar aturan simbolik, melainkan mengandung hikmah nyata.
Dengan memotong kumis secara teratur dan merawat jenggot agar tetap rapi, seorang muslim tidak hanya membersihkan diri secara lahiriah, tetapi juga menjaga fitrah, merupakan ciri alami manusia yang sehat dan bersih.
Perawatan sederhana ini sekaligus menegaskan bahwa kerapian dan kebersihan wajah menjadi bagian dari citra seorang muslim yang disiplin dan peduli terhadap ajaran agama.
Dalam keseharian, menjaga kumis dan jenggot yang rapi mencerminkan kesadaran diri, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dengan begitu, praktik ini menjadi salah satu wujud ibadah yang mudah, tetapi memiliki dampak besar bagi penampilan, kebersihan, dan keharmonisan sosial.
Lima Perkara Fitrah: Pedoman Kebersihan dalam Islam
Dalam Islam, kebersihan diri tidak hanya dianggap sebagai kebiasaan sehari-hari.
Tetapi juga bagian dari fitrah manusia, merupakan ciri alami yang mendukung kesehatan jasmani dan ketertiban hidup.
Rasulullah SAW menekankan beberapa amalan sederhana yang menjadi indikator fitrah ini, yang semuanya berkaitan dengan perawatan tubuh dan kebersihan pribadi.
Beliau bersabda: “Ada lima perkara termasuk fitrah: mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa menjaga tubuh tetap bersih bukan sekadar tuntutan sosial atau estetika semata.
Setiap amalan yang termasuk fitrah memiliki hikmah tersendiri, baik dari sisi kesehatan, kenyamanan, maupun kesesuaian dengan ajaran Islam.
Dengan rutin menjalankan lima perkara fitrah ini, seorang muslim tidak hanya menjaga kebersihan fisik.
Tetapi juga menegaskan kesadaran akan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Lebih dari itu, penerapan fitrah secara konsisten mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Tubuh yang bersih, rapi, dan terawat mampu menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat ibadah, dan menunjukkan citra seorang muslim yang disiplin dan peduli.
Kebersihan, dalam pandangan Islam, bukan sekadar ritual, melainkan fondasi untuk hidup sehat, harmonis, dan sejalan dengan nilai-nilai agama. (top)
Editor : Ali Mustofa