RADAR KUDUS - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama resmi merilis jadwal Imsakiyah untuk seluruh wilayah Indonesia menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026.
Peluncuran jadwal digital ini bertujuan memudahkan masyarakat dan pengelola masjid dalam menyusun agenda ibadah sahur serta berbuka puasa.
"Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama telah menyediakan data jadwal Imsakiyah untuk seluruh kabupaten/kota se-Indonesia," tulis pernyataan resmi instansi tersebut melalui akun Instagram resminya, yang dikonfirmasi pada Minggu (11/1/2026).
Akses Digital: Panduan Cek Jadwal Imsakiyah
Untuk memastikan akurasi waktu di setiap daerah, Kemenag menyediakan fitur unduh data melalui situs resmi bimasislam.kemenag.go.id/jadwalimsakiyah. Berikut adalah mekanisme pengaksesannya:
-
Kunjungi situs resmi Bimas Islam Kemenag.
-
Tentukan parameter wilayah dengan memilih Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Tahun.
-
Klik tombol pencarian untuk memproses data sesuai lokasi.
-
Pilih opsi "Download" untuk mendapatkan salinan jadwal dalam format Excel yang siap cetak.
Potensi Perbedaan Awal Ramadan 2026
Tahun ini, masyarakat kembali dihadapkan pada potensi perbedaan tanggal dimulainya ibadah puasa antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah.
Baca Juga: Rahasia Gerakan Shalat: Sujud yang Tenang, Jalan Menjaga Otak, Tulang Belakang, dan Organ Dalam
1. Versi Pemerintah
Menanti Sidang Isbat Kementerian Agama memprediksi 1 Ramadan 1447 H akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Estimasi ini merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang disusun berdasarkan kriteria Imkanur Rukyat MABIMS (kesepakatan menteri agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Kriteria ini mensyaratkan visibilitas hilal pada tanggal 29 Syakban. Keputusan final tetap akan diambil melalui Sidang Isbat yang melibatkan ahli falak, ormas Islam, dan lembaga astronomi untuk mencocokkan hasil perhitungan (hisab) dengan pengamatan lapangan (rukyat).
2. Muhammadiyah
Berlandaskan Kalender Global Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh lebih awal, yakni pada Rabu, 18 Februari 2026.
Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025 yang didasarkan pada hasil hisab Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Baca Juga: Rahasia Gerakan shalat: Sujud yang Benar, Jalan Menuju Kekhusyukan dan Kesehatan Tubuh
Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar, menegaskan bahwa KHGT merupakan langkah progresif untuk menyatukan penanggalan umat Islam di seluruh dunia.
"Dengan kalender ini, tanggal baru Hijriah jatuh pada hari yang sama di seluruh dunia," ujar Syamsul. Melalui pendekatan satu zona waktu global ini, Muhammadiyah berharap umat Islam dari berbagai belahan dunia dapat memulai ibadah secara serempak. (*)
Editor : Ali Mustofa