Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tiga Amalan Melancarkan Rezeki: Jalan Menghapus Apes Menuju Keberkahan Hidup

Ali Mustofa • Minggu, 4 Januari 2026 | 08:42 WIB
Ilustrasi seseorang yang berdoa.
Ilustrasi seseorang yang berdoa.

RADAR KUDUS – Setiap orang tentu mendambakan kehidupan yang bahagia dan berkecukupan.

Namun dalam perjalanan hidup, tidak sedikit yang merasa rezekinya seret, usaha selalu tersendat, dan masalah datang silih berganti.

Dalam pandangan para ulama, kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan masih melekatnya rasa “apes” dalam diri seseorang.

Hal itu disampaikan oleh KH Abdul Ghofur, Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Jawa Timur.

Dalam berbagai pengajiannya, kiai sepuh yang menerima ijazah dari Kiai Juani, yang sanad keilmuannya bersambung hingga KH Hasyim Asy’ari Jombang.

Menyampaikan bahwa kelancaran rezeki dan kebahagiaan hidup sangat erat kaitannya dengan keberuntungan atau bejo.

Menurut beliau, seseorang bisa memperoleh rezeki berlimpah dan hidup penuh kebahagiaan apabila kesialan yang melekat dalam dirinya mampu dihilangkan.

Sebab, sebanyak apa pun usaha yang dilakukan, jika seseorang terus berada dalam kondisi apes, maka keberlimpahan akan sulit diraih.

“Manusia bisa banyak uang itu syarat utamanya harus bejo. Kalau tidak bejo, sulit sekali menjadi orang kaya,” demikian pesan yang kerap disampaikan KH Abdul Ghofur.

Namun, keberuntungan itu bukan sesuatu yang hadir tanpa sebab. Ia perlu diupayakan, salah satunya dengan membersihkan diri dari apes yang menghambat datangnya rezeki.

Kiai menegaskan, apes dan bejo sama-sama berada dalam kuasa Allah SWT.

Dialah yang menciptakan keduanya. Karena itu, cara terbaik untuk mengubah keadaan adalah dengan mendekatkan diri kepada-Nya melalui amalan dan dzikir yang istiqamah.

Dzikir Penghapus Apes

Salah satu amalan yang diajarkan KH Abdul Ghofur untuk menghilangkan kesialan adalah dengan memperbanyak dzikir setelah shalat.

Dzikir ini diyakini mampu membersihkan hati, menenangkan batin, sekaligus membuka pintu keberkahan.

Dzikir pertama yang dianjurkan adalah membaca “Subhanallahi wabihamdihi” (سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ) sebanyak seratus kali setiap selesai Shalat Ashar.

Amalan ini ditujukan agar seseorang terhindar dari kesialan yang tidak disadari, baik dalam urusan rezeki maupun kehidupan sehari-hari.

Dengan dzikir tersebut, seorang hamba diajak untuk senantiasa mensucikan Allah dan mengakui segala pujian hanya milik-Nya.

Hati yang bersih dan pasrah diyakini lebih mudah menerima limpahan rahmat.

Dzikir Menjemput Keberuntungan

Tidak berhenti di situ, agar seseorang semakin dekat dengan keberuntungan atau bejo, dzikir tersebut dilanjutkan dengan bacaan “Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim” (سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ).

Dzikir ini dianjurkan dibaca sebanyak seratus kali secara rutin setelah Shalat Maghrib.

Menurut KH Abdul Ghofur, amalan ini menjadi wasilah agar hidup terasa lebih lapang, langkah terasa ringan, dan peluang datang lebih terbuka.

Dengan membesarkan dan mengagungkan Allah melalui dzikir, seseorang diajak menyadari bahwa segala urusan berada dalam genggaman-Nya.

Dzikir Pembuka Rezeki dan Ampunan

Ada satu amalan lagi yang menjadi penutup rangkaian dzikir tersebut, yakni membaca “Subhanallahi wabihamdihi, Subhanallahil ‘adzim, Astaghfirullah” (سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ اَسْتَغْفِرُاللهَ) sebanyak seratus kali sebelum melaksanakan Shalat Subuh.

Waktu sebelum Subuh disebut sebagai waktu utama untuk mengamalkan dzikir ini, meskipun boleh juga dilakukan setelah Shalat Subuh.

Namun, keutamaannya terletak pada keheningan waktu dini hari, saat doa dan istighfar lebih mudah dikabulkan.

Istighfar dalam dzikir ini menjadi kunci penting. Sebab, dosa dan kelalaian yang tidak disadari kerap menjadi penghalang rezeki.

Dengan memperbanyak memohon ampun, seseorang diharapkan mampu membersihkan diri dari sebab-sebab sempitnya kehidupan.

Ikhtiar Spiritual Menuju Kehidupan Bejo

KH Abdul Ghofur menekankan bahwa amalan-amalan tersebut bukanlah jalan instan menuju kekayaan.

Namun, ia merupakan ikhtiar spiritual untuk membersihkan diri dari apes, menata batin, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ketika hati bersih, pikiran jernih, dan hubungan dengan Allah SWT terjaga, maka keberuntungan akan lebih mudah menghampiri.

Dari sanalah rezeki mengalir, usaha dimudahkan, dan kehidupan dijalani dengan rasa cukup serta penuh keberkahan.

Dengan istiqamah menjalankan dzikir, disertai kerja keras dan akhlak yang baik, jalan menuju kehidupan yang bejo dan sejahtera pun perlahan akan terbuka. (top)

 

Editor : Ali Mustofa
#keberkahan #apes #kaya #Kehidupan #dzikir #bejo #rezeki #kh abdul ghofur