RADAR KUDUS - Penghujung tahun 2025 menjadi penanda dimulainya salah satu fase penting dalam kalender spiritual umat Islam.
Bulan Rajab 1447 Hijriah resmi hadir, membawa pesan klasik yang selalu relevan: saatnya bersiap. Bersiap membersihkan niat, menata ulang ibadah, dan menanam amal sebagai bekal menuju Ramadan.
Rajab bukan sekadar bulan biasa. Ia termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, sejajar dengan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Dalam tradisi para ulama, Rajab kerap disebut sebagai “bulan menanam”, Syaban sebagai “bulan menyiram”, dan Ramadan sebagai “bulan memanen”.
Maka, siapa yang serius memulai di Rajab, diyakini akan menuai kematangan spiritual di Ramadan.
Baca Juga: Hilal Tak Tampak di Seluruh Nusantara, NU Tetapkan Awal Rajab 1447 H Mulai Senin 22 Desember
Kapan Awal Rajab 1447 Hijriah?
Berdasarkan kalender Hijriah resmi dan rujukan kalender global, awal bulan Rajab 1447 H jatuh pada Ahad, 21 Desember 2025. Artinya, malam 1 Rajab telah dimulai sejak Sabtu petang, 20 Desember 2025, tepat selepas waktu Maghrib.
Sejak malam itu, umat Islam sudah dianjurkan menghidupkan suasana Rajab dengan doa, zikir, serta persiapan ibadah, termasuk meniatkan puasa sunnah di keesokan harinya.
Puasa Rajab, Sunnah yang Sarat Makna
Puasa di bulan Rajab bersifat sunnah, bukan kewajiban. Tidak ada tuntutan berpuasa penuh selama satu bulan, namun peluang pahala terbuka luas bagi siapa pun yang ingin memperbanyak amal.
Puasa Rajab sering dijadikan latihan spiritual: melatih konsistensi, menahan hawa nafsu, sekaligus membiasakan tubuh dan jiwa sebelum memasuki Ramadan. Inilah sebabnya banyak ulama menganjurkan puasa sunnah di bulan ini, tanpa membebani umat dengan jumlah hari tertentu.
Jadwal Puasa Senin dan Kamis di Bulan Rajab
Puasa Senin–Kamis menjadi pilihan paling populer karena mudah diikuti dan memiliki keutamaan tersendiri. Di bulan Rajab 1447 H, puasa Senin–Kamis dapat dilaksanakan pada beberapa tanggal berikut:
Senin, 22 Desember 2025
Kamis, 25 Desember 2025
Senin, 29 Desember 2025
Kamis, 1 Januari 2026
Senin, 5 Januari 2026
Kamis, 8 Januari 2026
Senin, 12 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
Senin, 19 Januari 2026
Puasa ini menjadi jembatan ibadah yang ringan namun konsisten, sangat cocok bagi mereka yang ingin memulai kebiasaan puasa sunnah secara bertahap.
Ayyamul Bidh, Puasa Pertengahan Bulan
Selain Senin–Kamis, puasa Ayyamul Bidh juga sangat dianjurkan. Puasa ini dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, saat bulan berada dalam fase purnama.
Untuk Rajab 1447 H, Ayyamul Bidh jatuh pada awal Januari 2026. Meski tampak sederhana, puasa ini disebut-sebut memiliki nilai pahala yang besar karena dikerjakan secara rutin setiap bulan.
Puasa Sunnah Mutlak, Fleksibel dan Penuh Peluang
Bagi yang tidak terikat jadwal tertentu, puasa sunnah mutlak bisa dilakukan kapan saja selama bulan Rajab, kecuali pada hari yang dilarang syariat.
Beberapa tanggal kerap dianggap istimewa, seperti awal bulan Rajab dan tanggal 27 Rajab yang bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj.
Fleksibilitas inilah yang membuat Rajab terasa ramah bagi siapa saja, baik yang sibuk bekerja maupun yang baru belajar konsisten beribadah.
Baca Juga: 1 Rajab Beda Sehari? Ini Alasan NU dan Muhammadiyah Tak Sepakat soal Rajab 1447 H
Niat Puasa Rajab, Malam atau Siang Tetap Sah
Salah satu kemudahan dalam puasa sunnah adalah fleksibilitas niat. Niat puasa Rajab boleh dilakukan pada malam hari atau pada siang hari sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Niat di malam hari menegaskan kesiapan batin, sementara niat di siang hari menjadi ruang kelonggaran bagi mereka yang baru tergerak untuk berpuasa.
Keutamaan Rajab, Lebih dari Sekadar Puasa
Rajab bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan ini juga dikenal sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan zikir.
Di bulan inilah peristiwa besar Isra Mikraj terjadi, sebuah momentum spiritual yang mengingatkan umat akan pentingnya salat dan kedekatan dengan Allah SWT.
Doa yang sering dibaca di bulan Rajab pun sederhana namun sarat makna, memohon keberkahan dan kesempatan bertemu Ramadan dalam keadaan terbaik.
Editor : Mahendra Aditya