Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Bulan Rajab 2025 Sampai Tanggal Berapa? Ini Keutamaannya

Zakarias Fariury • Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:44 WIB
Ilustrasi Bulan Rajab.
Ilustrasi Bulan Rajab.

RADAR KUDUS -  Di tengah gegap gempita persiapan pergantian tahun Masehi, umat Islam di Indonesia kini mulai mengalihkan perhatian pada kalender Hijriah.

Kehadiran Bulan Rajab 1447 Hijriah menjadi penanda penting bagi kaum Muslimin untuk menyusun kembali agenda spiritual dan memperbarui niat menuju bulan suci Ramadan.

Estimasi Waktu dan Mekanisme Penetapan

Berdasarkan konversi penanggalan, 1 Rajab 1447 H diprediksi jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025.

Namun, secara tradisional, suasana bulan mulia ini sudah terasa sejak Sabtu malam, 20 Desember 2025, seiring bergantinya hari dalam sistem Hijriah pada waktu Maghrib.

Durasi Bulan Rajab sendiri sangat bergantung pada hasil rukyatul hilal (pemantauan bulan) yang akan dilakukan otoritas berwenang, seperti Kementerian Agama RI.

Jika Rajab berlangsung selama 29 hari, maka bulan ini akan berakhir pada 18 Januari 2026. Namun, jika genap 30 hari (istikmal), maka umat Islam akan mulai memasuki bulan Sya'ban pada 20 Januari 2026.

Kedudukan Strategis: "Bulan Menanam" Amal

Rajab bukan sekadar angka dalam kalender. Allah SWT menetapkannya sebagai salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum), sebagaimana termaktub dalam Surat At-Taubah ayat 36.

Status ini membawa konsekuensi spiritual yang besar: segala bentuk kezaliman dan dosa dinilai lebih berat, sementara amal kebajikan dijanjikan pahala yang berlipat.

Para ulama, termasuk Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi, sering menggunakan tamsil yang indah untuk menggambarkan posisi Rajab.

Beliau mengibaratkan Rajab sebagai bulan menanam benih, Sya’ban sebagai bulan menyiram, dan Ramadan sebagai bulan memanen hasil.

Baca Juga: Doa Menyambut Bulan Rajab dan Sya’ban, Jemput Berkah Sebelum Ramadhan

Pesan moralnya jelas: tanpa pembiasaan ibadah sejak dini, seorang Muslim dikhawatirkan akan kehilangan momentum saat Ramadan tiba.

Napak Tilas Sejarah dan Esensi Ibadah

Keutamaan Rajab juga tidak lepas dari peristiwa sejarah paling monumental dalam Islam, yakni Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 27 Rajab.

Peristiwa ini merupakan pengingat bagi setiap Muslim tentang turunnya perintah salat lima waktu sebagai tiang agama dan sarana komunikasi utama antara hamba dengan Sang Pencipta.

Ragam Amalan: Antara Sunah dan Muhasabah

Meski terdapat diskusi di kalangan ulama mengenai derajat beberapa hadis terkait puasa khusus di bulan Rajab, para pakar hukum Islam sepakat bahwa memperbanyak amal saleh secara umum adalah langkah utama dalam memuliakan bulan haram.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

Salah satu doa yang terus menggema sebagai bentuk harapan tulus umat adalah: "Allahumma barik lana fi rajaba wasya’bana waballighna ramadhana"—sebuah permohonan agar diberkahi dalam waktu dan dipertemukan dengan puncak bulan ibadah.

Dengan hadirnya Rajab di penghujung tahun 2025, umat Islam diajak untuk melakukan jeda sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan melakukan muhasabah (evaluasi diri), menjadikan pergantian tahun sebagai titik tolak transformasi iman yang lebih matang. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#Bulan Rajab #Doa bulan rajab #Amalan bulan rajab #puasa rajab #kalender islam