Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stop Overthinking dan Mulai Hidup Tenang: Resep Santai Jalaludin Rumi dari Kitab Fihi Ma Fihi yang Jarang Orang Tahu

viyya kaffatus • Rabu, 12 November 2025 | 22:05 WIB

Ilustrasi seseorang mempunyai rasa takut berlebihan
Ilustrasi seseorang mempunyai rasa takut berlebihan

RADAR KUDUS - Siapa sih yang tidak kenal dengan yang namanya overthinking dizaman ini?.

Namun ternyata jika dilihat lebih jauh penyakit " overthinking" ini bisa membuat sikap kita berubah.

Dampaknya pun sangat besar mulai dari kesehatan mental terganggu, tidak produktif, hingga ke kesehatan fisik kita. 

Namun ternyata salah satu filsuf bernama Jalaludin Rumi memiliki cara ampuh untuk mengatasi penyakit overthinking tersebut.

Didalam kitab Fihi ma Fihi karya dari Jalaludin Rumi ada bab yang berjudul " Aroma Sang Kekasih".

Didalamnya terdapat makna bukanlah terapi aroma (seperti lavender atau chamomile).

Melainkan cara jitu dalam yang memiliki fungsi spiritual sebagai terapi pengalihan fokus dari lelahnya akal atau pikiran menuju kedamaian hati.

Nah apa si kaitannya bab "Aroma Sang Kekasih" dengan Overthinking? contohnya ketika kita sudah melamar pekerja.

Mesti kita cemas dan selalu diterima atau tidak, lalu membuat otak selalu berfikir akan hal tersebut.

Aroma itu nggak bisa dianalisis, tapi harus dicium (dirasakan). Rumi bilang, fokus ke hati (intuisi).

Hati ini adalah sensor yang menangkap "Aroma Sang Kekasih" (sinyal ketenangan dari Tuhan).

Kalau hati sudah connect dan ngeh ada sinyal cinta, menuju ke otak kita.

Jadi ketika kita mengalami hal-hal yang kurang baik, selalulah berfikir bahwa Allah melakukan hal tersebut bukan semata-mata tidak sayang kepada kita.

Tetapi Allah tau mana yang lebih baik untuk kita atau kata lainnya adalah selalu bersyukur dalam segala hal.

Editor : Ali Mustofa
#kalangan sufi #Para sufi #ajaran sufisme #Jejak Sufisme