Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengungkap Rahasia Sehat Rasulullah SAW, Jarang Sakit Sepanjang Hidupnya

Ali Mustofa • Sabtu, 6 September 2025 | 14:41 WIB

Ilustrasi madu yang bermanfaat bagi kesehatan
Ilustrasi madu yang bermanfaat bagi kesehatan

RADAR KUDUS – Kesehatan merupakan anugerah besar dari Allah SWT setelah nikmat iman dan Islam.

Dengan tubuh yang sehat, seorang hamba dapat menunaikan ibadah dengan sempurna, bekerja dengan penuh produktivitas, serta berkontribusi membantu sesama.

Tak heran jika Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ibadah.

Baca Juga: Meneladani Kasih Sayang dan Kemuliaan Akhlak Nabi Muhammad SAW di Bulan Maulid

Yang menarik, Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat jarang mengalami sakit.

Dalam riwayat, hanya dua kali beliau mengalami sakit berat sepanjang hidupnya.

Pertama, ketika tubuh beliau terkena racun dari seorang wanita Yahudi usai Perang Khaibar.

Kedua, saat beliau menderita demam menjelang wafat di Madinah.

Selain itu, Rasulullah hampir tidak pernah mengalami sakit yang melemahkan aktivitas dakwah dan ibadahnya.

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apa rahasia Rasulullah sehingga beliau tetap sehat meski hidup dalam kesederhanaan, menghadapi banyak perjuangan, dan menjalani aktivitas yang padat?

Para ulama, ahli sejarah, dan pakar kedokteran Islam menjelaskan bahwa rahasia sehat Rasulullah terletak pada gaya hidup beliau yang seimbang, disiplin, serta penuh keberkahan. Berikut penjelasan lebih lengkap:

1. Bangun Malam dan Menjaga Ibadah

Rasulullah SAW terbiasa bangun sebelum fajar untuk melaksanakan qiyamul lail. Al-Qur’an menegaskan dalam Surat Al-Muzammil ayat 6 bahwa bangun malam memberi kekuatan spiritual sekaligus menyehatkan jiwa.

Artinya: Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

Dari sisi kesehatan, udara fajar kaya oksigen murni yang bermanfaat bagi saraf, otak, dan tulang. Kebiasaan ini membuat tubuh Rasulullah segar dan berenergi dalam beraktivitas.

2. Pola Makan Sehat dan Seimbang

Rasulullah tidak pernah makan berlebihan. Beliau mencontohkan aturan sederhana: sepertiga perut untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk udara. Beliau tidak makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Selain itu, Rasulullah selektif dalam memilih makanan. Beliau hanya mengonsumsi makanan yang halal dan thayyib (bergizi baik).

Beberapa makanan favorit Rasulullah antara lain kurma ajwah, madu, susu kambing, anggur, semangka, delima, minyak zaitun, jahe, roti gandum, dan labu.

Beliau juga tidak mencampur makanan yang tidak serasi agar pencernaan tetap sehat.

Allah SWT sendiri mengingatkan dalam Al-Qur’an surah Al-A’raf ayat 31:
"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

3. Kebiasaan Berjalan Kaki dan Olahraga

Meski seorang pemimpin umat, Rasulullah tidak segan berjalan kaki ke masjid, pasar, maupun rumah sahabatnya. Aktivitas berjalan kaki membuat tubuh beliau bugar, otot terlatih, serta peredaran darah lancar.

Selain itu, Rasulullah juga gemar berolahraga. Beliau pernah berlomba lari dengan istrinya Aisyah, dan beliau juga menekuni olahraga memanah serta berkuda.

Aktivitas fisik ini menjadikan beliau sosok yang kuat meski usianya semakin bertambah.

4. Terapi Bekam

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya berbekam sebagai salah satu metode pengobatan.

Beliau bersabda: “Kesembuhan itu ada pada tiga hal: minum madu, sayatan pisau bekam, dan terapi besi panas. Namun aku melarang umatku melakukan kay (terapi besi panas).” (HR Bukhari).

Bekam diyakini mampu melancarkan peredaran darah, mengeluarkan racun dari tubuh, dan menjaga stamina.

5. Pola Tidur yang Efektif

Tidur Rasulullah sangat teratur. Beliau tidak pernah tidur berlebihan, namun cukup untuk memulihkan tenaga.

Biasanya Rasulullah tidur setelah sholat Isya, kemudian bangun di pertengahan malam untuk qiyamul lail, lalu tidur sebentar menjelang Subuh. Rasulullah juga tidur qailulah (tidur siang sejenak) sebelum Zuhur.

Posisi tidurnya pun sarat hikmah: miring ke kanan dengan berdzikir kepada Allah.

Cara tidur ini ternyata paling sehat bagi sistem pencernaan dan memudahkan beliau untuk bangun malam.

6. Rutin Berpuasa

Selain puasa Ramadhan, Rasulullah terbiasa melaksanakan puasa sunnah seperti Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh.

Dari sisi medis, puasa berfungsi sebagai detoksifikasi alami, menyehatkan organ pencernaan, serta menyeimbangkan metabolisme tubuh.

Rasulullah bahkan bersabda: “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR Ibnu Sunni).

7. Menjaga Kebersihan dan Silaturahmi

Islam sangat menekankan kebersihan. Rasulullah selalu menjaga kebersihan badan, pakaian, lingkungan, dan hati.

Beliau mengajarkan umatnya untuk bersuci sebelum ibadah, serta menjauhi sifat-sifat buruk seperti dengki, dusta, dan gibah.

Selain itu, Rasulullah gemar menyambung silaturahmi. Dalam hadis disebutkan, silaturahmi dapat memperpanjang umur dan meluaskan rezeki.

Dari sisi kesehatan, silaturahmi dapat mengurangi stres dan menjaga ketenangan jiwa.

8. Bersedekah dan Menjaga Hati

Rahasia sehat Rasulullah bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga spiritual. Beliau sangat gemar bersedekah dan membantu orang lain.

Rasulullah mengingatkan: “Obatilah orang yang sakit dengan sedekah.” (HR Baihaqi).

Dengan hati yang bersih, jiwa menjadi tenang, stres berkurang, dan tubuh pun ikut sehat.

Editor : Ali Mustofa
#bekam #kesehatan #sakit gula #islam #sehat #pola makan #bangun malam #Rasulullah SAW #olahraga #ibadah