Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Memaknai Konsep Keadilan dalam Kehidupan Sehari-hari

Ali Mustofa • Minggu, 31 Agustus 2025 | 12:00 WIB

Ilustrasi Keadilan
Ilustrasi Keadilan

RADAR KUDUS - Semua orang sepakat, keadilan adalah sesuatu yang paling didambakan manusia.

Siapa pun orangnya—apapun agamanya, bahkan yang tidak beragama sekalipun—mengakui bahwa bersikap adil, menghormati orang tua, serta menjaga amanah adalah kebaikan yang tak bisa ditawar.

Nilai-nilai ini disebut sebagai prinsip universal yang berlaku di seluruh dunia.

Baca Juga: Kenapa Keadilan Jadi Kunci Utama dalam Islam? Begini Jawabannya

Namun, tahukah Anda bahwa banyak orang keliru memahami arti keadilan?

Selama ini adil sering dipersepsikan sebagai “membagi sama rata” atau memperlakukan semua pihak dengan ukuran seragam. Faktanya, keadilan tidak selalu berarti demikian.

Inilah yang sering disalahpahami banyak orang. “Setara” artinya semua diperlakukan sama.

Sedangkan “adil” artinya semua diperlakukan sesuai hak dan kebutuhannya.

Misalkan, seorang ayah yang memberikan obat kepada anak yang sakit, sementara anak lain yang sehat mendapat makanan bergizi, sebenarnya tetap bersikap adil.

Mengapa? Karena keadilan bukan soal “sama banyak”, melainkan “sesuai kebutuhan dan porsinya”.

Dalam pembagian bantuan sosial misalnya, orang miskin memang harus menerima lebih banyak dibanding yang sudah mampu. Itu adil, meski tidak sama rata.

Sama halnya dengan membayar utang, seseorang yang mampu melunasi tapi menunda-nunda justru berlaku tidak adil.

Hak orang lain harus diberikan sesegera mungkin agar tidak ada yang terzalimi.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 8, Allah SWT menegaskan agar orang beriman selalu berlaku adil, bahkan terhadap musuh sekalipun.

Artinya: “Janganlah kebencianmu kepada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.”

Ayat ini menegaskan, keadilan sejati tidak boleh dipengaruhi oleh rasa suka, benci, atau kedekatan pribadi.

Baca Juga: Fondasi Hidup Bermasyarakat: Tanpa Keadilan Tatanan Bangsa Bisa Runtuh

Lebih mengejutkan lagi, keadilan sejati bukan hanya perkara hukum formal.

Keputusan yang adil adalah keputusan yang bisa diterima semua pihak dengan lapang hati, bahkan menghasilkan solusi win-win tanpa ada yang merasa dirugikan.

Mengapa Keadilan Penting?

Karena keadilan menjadi fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Tanpa keadilan, akan lahir diskriminasi, ketidakpuasan, bahkan konflik berkepanjangan.

Sebaliknya, masyarakat yang menjunjung keadilan akan lebih damai, harmonis, dan saling percaya.

Editor : Ali Mustofa
#setara #bermasyarakat #adil #bantuan sosial #Kehidupan #kebutuhan #keadilan